Kasus D4vd: Laporan Autopsi Celeste Rivas Hernandez Dirilis, Tewas dengan Sejumlah Luka Tusuk

Laporan autopsi Celeste Rivas Hernandez dirilis tak lama setelah persidangan yang menampilkan D4vd sebagai terdakwa.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 23 April 2026, 19:00 WIB
Potret Celeste Rivas Hernandez. (Frederic J. BROWN / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laporan autopsi atas kematian Celeste Rivaz Hernandez akhirnya dipublikasikan pada Rabu (22/4/2026) waktu setempat, setelah perilisannya sempat ditahan pihak berwajib. Dilansir dari CNN dan Variety, Celeste Rivaz Hernandez yang meninggal dunia pada usia 14 tahun ini tewas dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya. Seperti diketahui, penyanyi D4vd kini menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan yang disertai mutilasi ini. 

AP mewartakan, dalam pemeriksaan ditemukan dua luka tembus di dada dengan tepi halus, yang diduga disebabkan oleh benda tajam. Ada pula satu luka di perut bagian atas yang menembus hati. Luka lainnya, di dada kiri, merusak tulang rusuknya.

Sementara itu tube top atau baju atasan tanpa lengan yang dikenakan mendiang terpotong di tiga tempat. Dalam laporan ini disebutkan pula, autopsi mengalami keterbatasan, karena perubahan jasad yang sudah begitu parah.

Seperti diketahui, potongan tubuh korban telah sangat membusuk ketika ditemukan. Autopsi juga menyimpulkan, Celeste Rivaz Hernandez meninggal dunia karena pembunuhan. Diberitakan sebelumnya, persidangan kasus pembunuhan Celeste Rivas Hernandez mulai digelar pada Senin (20/4/2026), dengan menampilkan penyanyi D4vd sebagai terdakwa.


Sidang Pertama, Dihadiri D4vd

D4vd dalam sidang pembunuhan Celeste Rivas Hernandez. (POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Dalam sidang tersebut pihak Jaksa Distrik Los Angeles menyampaikan sejumlah kesimpulan atas temuan yang sudah dikumpulkan selama ini. 

Dilansir dari E! News, pria 21 tahun bernama asli David Anthony Burke tersebut diganjar dengan tiga dakwaan sekaligus yakni pembunuhan, pelecehan seksual berkelanjutan terhadap anak di bawah usia 14 tahun, dan dakwaan mutilasi jenazah yang melanggar hukum. 


Penjelasan Jaksa dalam Sidang

D4vd. (Rich Polk/Getty Images for Interscope/Capitol/AFP Rich Polk / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Jaksa Nathan J. Hochman juga mengungkap sejumlah rincian lebih lanjut tentang kematian Celeste Rivas Hernandez. Pihaknya menduga pembunuhan terjadi pada 23 April 2025, setelah D4vd mengundang mendiang ke rumahnya di Hollywood Hills. Momen ini diyakini sebagai terakhir kalinya korban terlihat hidup.

Jasad Celeste Rivas ditemukan hampir lima bulan kemudian pada 8 September 2025, di dalam mobil Tesla yang terdaftar atas nama D4vd. Penemuan jenazah ini terjadi hanya satu hari setelah ulang tahun korban ke-15.

Makin tragis, karena jaksa menyimpulkan, Celeste Rivas juga menjadi korban pelecehan seksual oleh sang pelantun "Romantic Homicide" sebelum akhirnya dibunuh. 


Dugaan Motif Pembunuhan

Jaksa juga mengklaim motif pembunuhan ini karena D4vd ingin membungkam Celeste, saat sang korban mengancam akan mengungkap pelecehan terhadap anak di bawah umur. 

"Ketika (Celeste) mengancam akan mengungkap tindakan kriminalnya dan menghancurkan karier musiknya, Burke diduga membunuhnya, memotong-motong jasadnya, dan memasukkannya ke dalam dua tas yang ditempatkan di bagasi depan mobilnya," urainya.

Dalam dakwaan tersebut, D4vd dapat diancam hukuman maksimal seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat, bahkan hukuman mati. Namun pihak kejaksaan belum memutuskan apakah akan mengejar hukuman mati. 

"Keputusan apakah akan mengupayakan hukuman mati, akan diambil pada kemudian hari," begitu pernyataan Kejaksaan. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya