Pemkot Cirebon: Populasi Ikan Sapu-Sapu Belum Banyak, Belum Perlu Ambil Langkah Khusus

Pemkot Cirebon menyebut, keberadaan atau populasi ikan sapu-sapu di sejumlah aliran sungai wilayah tersebut masih dalam jumlah terbatas.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 23 April 2026, 17:35 WIB
Ilustrasi Ikan Sapu-Sapu. (Foto: Nafisathallah/Wikimedia Commons)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat (Jabar) menyebut, keberadaan atau populasi ikan sapu-sapu di sejumlah aliran sungai di wilayah tersebut masih dalam jumlah terbatas dan belum menimbulkan gangguan signifikan terhadap ekosistem perairan.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh, ikan sapu-sapu terpantau ada di beberapa titik, seperti kawasan aliran sungai di wilayah Kalisuba, namun populasinya belum banyak.

"Kalau di Kota Cirebon memang ada ikan sapu-sapu, tetapi belum begitu banyak. Mudah-mudahan tidak semakin berkembang," ujar Elmi di Cirebon, Kamis (23/4/2026) dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, keberadaan ikan tersebut umumnya hanya terlihat di bagian pinggir sungai dan belum mendominasi perairan, seperti yang terjadi di sejumlah daerah.

Menurut Elmi, kondisi di Kota Cirebon berbeda dengan Jakarta, dimana ikan sapu-sapu sudah berkembang pesat dan dinilai meresahkan, karena menguasai perairan.

"Kalau di Jakarta itu sudah sangat meresahkan, menguasai perairan. Sementara di Kota Cirebon belum sampai ke tahap itu," kata dia.

 

Sebut Pemda Belum Perlu Ambil Langkah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh saat memberikan keterangan. (Antara)

Elmi menilai, situasi tersebut membuat pemerintah daerah belum perlu mengambil langkah khusus untuk pengendalian ikan sapu-sapu secara intensif.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan populasi ikan tersebut di sejumlah aliran sungai.

Selain itu, menurut Elmi, Pemkot Cirebon juga terus menjaga keseimbangan ekosistem perairan melalui program restocking atau penebaran benih ikan.

"Kami melakukan restocking ikan di aliran sungai, terutama yang airnya tawar. Program tersebut dilakukan secara berkala untuk menjaga ketersediaan ikan lokal, sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem perairan umum," papar dia.

Elmi mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan benih ikan ke pemerintah provinsi untuk mendukung kegiatan restocking tersebut.

Rencananya, kata dia, penebaran benih ikan dilakukan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kota Cirebon.

"Tahun lalu jumlah benih yang ditebar mendekati usia Kota Cirebon. Tahun ini kami mengajukan lebih banyak," jelas Elmi.

Infografis Kenapa Ikan Sapu-Sapu Dikategorikan Invasif. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya