Sinergi Ultra Mikro BRI Group Dongkrak Kinerja PNM dalam 5 Tahun Terakhir

Kinerja PNM melonjak sejak bergabung dalam Holding Ultra Mikro BRI Group, didorong sinergi, digitalisasi, dan perluasan akses pembiayaan.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 23 April 2026, 09:30 WIB
Foto dok. BRI

Liputan6.com, Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatatkan kinerja yang semakin kuat dalam lima tahun terakhir. Performa ini sejalan dengan integrasi Perseroan ke dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group yang resmi terbentuk pada 2021.

Holding tersebut menyatukan kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM dalam memperluas layanan keuangan bagi segmen ultra mikro. Dampaknya terlihat dari pertumbuhan berbagai indikator keuangan PNM sepanjang periode 2020 hingga 2025 yang menunjukkan tren positif dan berkelanjutan.

Aset, Modal, dan Laba Tumbuh Konsisten

Dari sisi aset, PNM mencatat kenaikan signifikan dari Rp31,7 triliun pada 2020 menjadi Rp57,0 triliun di 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi bisnis yang semakin agresif namun tetap menjaga kualitas.

Peningkatan juga terjadi pada total liabilitas yang naik dari Rp26,1 triliun menjadi Rp45,3 triliun dalam periode yang sama. Hal ini menunjukkan kapasitas intermediasi PNM yang semakin besar dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat prasejahtera produktif.

Sementara itu, struktur permodalan Perseroan semakin solid. Total ekuitas tumbuh lebih dari dua kali lipat, dari Rp5,6 triliun pada 2020 menjadi Rp11,7 triliun pada 2025. Penguatan ini menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap dinamika ekonomi.

Dari sisi profitabilitas, laba PNM juga mengalami lonjakan signifikan, dari Rp359 miliar pada 2020 menjadi Rp1,14 triliun pada 2025. Kinerja ini mencerminkan tidak hanya ekspansi usaha, tetapi juga pengelolaan risiko yang semakin matang.

Sinergi Holding Ultra Mikro Perluas Dampak Ekonomi

Pencapaian tersebut merupakan hasil nyata dari sinergi dalam ekosistem Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM. Melalui sinergi ini, PNM mampu memperluas jangkauan layanan, meningkatkan skala ekonomi, serta memperkuat kapabilitas bisnis melalui dukungan digitalisasi dan integrasi sistem yang semakin mendorong efisiensi.

Group CEO BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa perseroan melihat Holding Ultra Mikro sebagai platform strategis untuk menciptakan sinergi lintas entitas yang mampu meningkatkan skala bisnis, efisiensi operasional, serta kualitas pertumbuhan. “Kinerja PNM yang terus membaik menjadi refleksi bahwa pendekatan ekosistem ini efektif dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Hery.

Ekosistem Ultra Mikro juga mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro, sehingga tidak hanya berdampak pada kinerja keuangan Perseroan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan inklusi keuangan nasional.

“Ke depan, Holding Ultra Mikro akan terus kami dorong sebagai enabler utama dalam membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi. Dengan sinergi yang semakin kuat antara BRI, Pegadaian, dan PNM, kami optimistis dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus mendorong inklusi keuangan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” pungkas Hery.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya