Dubes Selandia Baru Temui Kasum TNI, Sampaikan Apresiasi Terkait Pembebasan Pilot Philip Mark Mehrtens

Saat operasi berlangsung, Richard Tampubolon masih menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.

oleh Tim NewsDiterbitkan 22 April 2026, 22:00 WIB
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal (Letjen) TNI Richard Tampubolon (kedua dari kiri) bertemu The Ambasador of New Zealand to Indonesia Y.M. Phillip Nathan Taula, bertempat di Kediaman Duta Besar New Zealand, Jakarta, Senin (20/04/2026) (Puspen TNI)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal (Letjen) TNI Richard Tampubolon melaksanakan pertemuan dengan The Ambasador of New Zealand to Indonesia Y.M. Phillip Nathan Taula, bertempat di Kediaman Duta Besar New Zealand, Jakarta, Senin (20/04/2026).

"Undangan kehormatan kepada Kasum TNI tersebut, sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Selandia Baru atas peran TNI dalam pembebasan pilot Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens, yang ditahan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) beberapa waktu lalu," bunyi keterangan Puspen TNI, Rabu (22/4).

Selain itu, membahas juga mengenai rencana meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan, khususnya antara TNI dan militer New Zealand guna memperkuat stabilitas dan keamanan kawasan.

Pertemuan ini merupakan momentum positif dan mempertegas komitmen TNI dalam mempererat diplomasi militer dengan negara sahabat.

Kegiatan berlangsung hangat dengan berbagi pengalaman secara personal dan diakhiri saling bertukar cenderamata. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Asisten Intelijen Panglima TNI, dan Wakil Kepala Pusat Kerja Sama Internasional TNI, serta beberapa staf terkait.

 

Operasi

Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens (kanan) (Istimewa)  

Saat operasi berlangsung, Richard Tampubolon masih menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.

Ia memegang peran strategis dalam memastikan koordinasi lintas satuan berjalan efektif, sehingga setiap langkah operasi dapat dilakukan secara terukur dan minim risiko terhadap sandera.

Pendekatan Humanis

Di dalam negeri, keberhasilan ini turut dimaknai sebagai bukti kehadiran negara di Papua. Tokoh muda Papua asal Wamena, Charles Kossay, menilai operasi tersebut menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam konteks keamanan, tetapi juga sebagai pelindung masyarakat.

"Ini menjadi bukti bahwa TNI hadir untuk melindungi masyarakat Papua. Pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata soal keamanan, tetapi juga mengedepankan keselamatan dan kemanusiaan," ujar Charles.

Ia menambahkan, keberhasilan pembebasan sandera tersebut berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat negara, sekaligus mendorong pendekatan yang lebih humanis dalam menjaga stabilitas di Papua.

"Keberhasilan TNI dalam pembebasan sandera pilot menjadi bukti pendekatan aparat yang humanis. Ini menunjukkan kehadiran TNI sangat dibutuhkan di Papua," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya