Hari Kartini, Kaukus Perempuan Parlemen Dorong Kemandirian dan Keberdayaan Perempuan

Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April menjadi pengingat pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor, termasuk politik.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 21 April 2026, 17:04 WIB
Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP RI) memperingati Hari Kartini dengan mengusung tema “dari suara ke aksi” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 April 2026 (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP RI) memperingati Hari Kartini dengan mengusung tema “dari suara ke aksi” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 April 2026.

Presidium KPP RI, Badikenita Sitepu, mengatakan bahwa peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April menjadi pengingat pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor, termasuk politik.

Ia menuturkan, kegiatan serupa sebenarnya juga digelar di berbagai daerah oleh pemerintah dan lembaga negara. Namun KPP RI tetap mengadakan peringatan di Senayan sebagai bentuk komitmen memperkuat suara perempuan di parlemen.

“Artinya kami Kaukus Perempuan Parlimen Republik Indonesia sangat men-support para perempuan untuk ikut aktif di dalam politik dan menyuarakan suara masyarakat,” ujarnya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 21 April 2026.

Badikenita menambahkan, tema yang diangkat juga relevan dengan kondisi global saat ini. Menurutnya, dampak konflik geopolitik dunia turut memengaruhi kondisi ekonomi domestik, termasuk kenaikan harga BBM non-subsidi yang berdampak pada harga kebutuhan pokok.

Ia menilai, perempuan menjadi kelompok yang paling merasakan dampak tersebut, mulai dari pengelolaan kebutuhan rumah tangga hingga persoalan inflasi dan sektor pertanian.

“Dan sekarang yang terdampak langsung itu perempuan biasanya, mulai dari masak, ketidaktersediaan, inflasi dan petani juga,” kata Anggota DPD RI ini.

Selain itu, ia juga menyoroti kelangkaan pupuk bersubsidi yang berpotensi mengganggu produksi pertanian dan berdampak pada ketahanan pangan.

“Nah ini kita harapkan, tadinya kita sampaikan juga kepada pihak pemerintah, kondisi-kondisi ini akan sangat langsung dihadapi oleh para perempuan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Badikenita berharap semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus digelorakan di tengah tantangan global.

“Nah semangat Ibu Kartini, habis gelap terbitlah terang, kita berharap perang ini cepat selesai, harga minyak kembali normal, dan ketersediaan pangan dan kebutuhan dapur umumnya masyarakat bisa cepat turun harganya dan tidak terjadi kelangkahan. Mungkin itu hari ini kita mau serukan,” tuturnya.

 

Dorong Peran Aktif Perempuan

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPP RI, Sarifah Ainun Jariyah, menjelaskan bahwa peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum untuk mendorong peran aktif perempuan dalam dunia politik dan pengambilan kebijakan.

“Ya acara hari ini memang khusus kita laksanakan untuk memperingati Hari Kartini. Jadi memang kita mengumpulkan beberapa anggota DPR RI termasuk juga anggota DPD RI, tentu saja untuk menyuarakan ‘dari suara ke aksi’ gitu untuk kegiatan politik perempuan ke depan seperti itu,” ujarnya.

Legislator PDIP ini pun menegaskan pentingnya perempuan masa kini untuk mandiri dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik global. Ia berharap semangat Kartini bisa terus digalakkan.

“Apalagi dengan situasi geopolitik sekarang. Jadi, perempuan sekarang adalah perempuan yang berdaya tentu saja berdiri di atas kaki sendiri, dan bagaimana mereka mampu menyelesaikan konflik yang sedang terjadi masa kini,” demikian Sarifah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya