Gempa Hari Ini Selasa 21 April 2026, Terjadi Empat Kali Menggetarkan Indonesia

Gempa hari ini, Selasa (21/4/2026) membuat sejumlah wilayah di Bumi Pertiwi bergetar.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 21 April 2026, 21:30 WIB
Gempa hari ini, Selasa (21/4/2026) menggetarkan pukul 01:47:06 WIB di wilayah Sarmi, Provinsi Papua. (www.bmkg.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa hari ini, Selasa (21/4/2026) membuat sejumlah wilayah di Bumi Pertiwi bergetar. Hingga pukul 20.45 WIB, empat kali lindu terjadi di Indonesia.

Gempa bumi pertama pada hari ini menggetarkan pukul 01:47:06 WIB di wilayah Sarmi, Provinsi Papua, seperti dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Lindu tersebut memiliki kekuatan magnitudo 5,3 dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat titik 2,03 Lintang Selatan (LS)-139,25 Bujur Timur (BT).

"Tidak berpotensi tsunami," terang BMKG seperti dikutip Liputan6.com dari laman resminya www.bmkg.go.id, Selasa (21/4/2026).

Lindu di Indonesia itu dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III di Sarmi. Pusat gempa berada di laut 57 kilometer timur Sarmi.

Kemudian di pagi hari pukul 07:14:37 WIB, lindu membuat wilayah Buru, Kepulauan Maluku bergetar. Gempa dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) I-II di Namlea dan Namrole.

Pusat lindu berada di laut 117 kilometer barat Buru. Gempa dilaporkan BMKG berkekuatan magnitudo 4,2 dengan kedalaman 66 kilometer.

Episenter lindu berada pada koordinat titik 3,60 Lintang Selatan (LS)-126,10 Bujur Timur (BT).

 

Gempa Bumi Selanjutnya

Gempa hari ini, Selasa (21/4/2026) pukul 10:17:08 WIB terjadi di Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (www.bmkg.go.id)

Lalu, pada pukul 10:17:08 WIB, gempa bumi terjadi di Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Lindu memiliki kekuatan magnitudo 6 dengan kedalaman 31 kilometer.

Meski begitu, BMKG menegaskan tidak berpotensi tsunami. Episenter gempa berada pada koordinat titik 8,99 Lintang Selatan (LS)-124,20 Bujur Timur (BT).

Lindu dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) II di Rote. Lalu MMI II-III di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kefamenanu, Malaka, Soe, Lembata, Larantuka, Alor, dan Ende. Serta MMI III di Maumere dan MMI III-IV di Atambua. Pusat gempa berada di laut 67 kilometer barat laut Timor Tengah Utara.

Dan pada pukul 11:18:30 WIB lindu menggetarkan wilayah Larantuka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Episenter gempa berada pada koordinat titik 8,45 Lintang Selatan (LS)-123,12 Bujur Timur (BT).

Lindu di Indonesia itu dilaporkan BMKG berkekuatan magnitudo 2,6 dengan kedalaman 11 kilometer.

Pusat lindu berada di darat 23 kilometer tenggara Larantuka. Gempa dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III di Adonara dan Solor.

Apa Itu dan Tanggap Bencana Gempa Bumi

Karyawan call center melindungi kepalanya sambil berjalan saat mengikuti latihan gempa di Manila (14/11/2019). Latihan ini sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional menyusul berbagai gempa yang melanda pulau Mindanao bulan lalu. (AFP Photo/Ted Aljibe)

Apa Itu Gempa Bumi?

Untuk diketahui, gempa bumi adalah bencana alam yang bersifat merusak. Fenomena ini bisa terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Dan Indonesia termasuk wilayah rawan akan bencana gempa.

Gempa bumi adalah bencana yang bisa menyebabkan kerugian nyawa dan materil.

Menurut WHO, secara global gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian selama kurun 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terkena dampak gempa bumi selama periode ini.

Tanggap Bencana Gempa Bumi

Meski tak bisa dicegah, gempa bumi adalah bencana yang bisa dihadapi. Salah satu cara menghadapi gempa bumi adalah tanggap akan bencana gempa bumi.

Contoh tanggap gempa bumi adalah mengetahui prosedur evakuasi dan mematuhi pedoman keselamatan ketika bencana ini datang.

Menurut BNPB, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Menurut WHO, gempa bumi adalah guncangan hebat dan tiba-tiba dari tanah, yang disebabkan oleh pergerakan antara lempeng tektonik di sepanjang garis patahan di kerak bumi.

Gempa bumi dapat mengakibatkan goncangan tanah, likuifaksi tanah, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran dan tsunami.

Antisipasi Gempa Bumi Sebelum Terjadi

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 8,7 di lepas pantai timur jauh Rusia telah memicu peringatan tsunami di beberapa bagian Pasifik termasuk Jepang, Hawaii, Rusia, dan Ekuador, serta peringatan di sepanjang pantai California, demikian ungkap pihak berwenang Amerika Serikat. (Philip FONG/AFP)

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum Terjadi Gempa

  • Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.
  • Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.
  • Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.
  • Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.
  • Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi.
  • Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah.
  • Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi.
  • Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.
  • Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.
  • Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat dan Setelah Terjadi Gempa Bumi

Karyawan pusat perbelanjaan menutupi kepala mereka di sepanjang jalan ketika mereka berpartisipasi dalam latihan gempa di Manila (14/11/2019). Latihan ini sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional menyusul berbagai gempa yang melanda pulau Mindanao bulan lalu. (AFP Photo/Ted Aljibe)

Saat Terjadi Gempa

  • Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.
  • Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.
  • Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
  • Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
  • Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa

  • Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.
  • Periksa lingkungan sekitar Anda. Apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.
  • Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.
  • Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.
  • Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
  • Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.
  • Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa.
Infografis Gempa Megathrust Bayangi Jakarta (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya