Nicky Butt Kritik Keras Sikap Alejandro Garnacho di Manchester United

Nicky Butt mengkritik sikap Alejandro Garnacho saat di Manchester United. Ia menilai keputusan klub menjual pemain muda itu sudah tepat.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 21 April 2026, 08:46 WIB
Gelandang Manchester United asal Argentina #17, Alejandro Garnacho, bereaksi selama pertandingan Liga Eropa UEFA antara Manchester United dan Glasgow Rangers di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Jumat dini hari WIB (24-1-2025). (Oli SCARFF/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Nicky Butt melontarkan kritik tajam terhadap sikap Alejandro Garnacho selama di Manchester United. Ia menilai keputusan klub melepas pemain muda tersebut merupakan langkah yang tepat.

Garnacho dilepas ke Chelsea pada musim panas lalu dengan nilai transfer 40 juta pounds. Kepindahan itu terjadi setelah sang pemain kehilangan tempat di bawah pelatih Ruben Amorim.

Namun, performa Garnacho di klub barunya belum menunjukkan perkembangan signifikan. Ia juga gagal tampil impresif saat menghadapi mantan klubnya dalam laga yang dimenangkan Manchester United 1-0.

Sorotan juga muncul dari interaksi pemain United di media sosial setelah pertandingan tersebut. Beberapa unggahan dinilai mencerminkan hubungan yang kurang harmonis selama Garnacho berada di tim.


Sikap Garnacho Dinilai Bermasalah

Gelandang Chelsea asal Argentina nomor punggung 49, Alejandro Garnacho, bereaksi di akhir pertandingan Premier League antara Brentford dan Chelsea di Gtech Community Stadium, London, pada 13 September 2025. (HENRY NICHOLLS /AFP)

Butt menilai masalah utama Garnacho bukan terletak pada kemampuan, melainkan sikapnya. Ia menegaskan perilaku pemain tersebut tidak mencerminkan profesionalisme.

Menurutnya, suasana ruang ganti menjadi faktor penting dalam menjaga keharmonisan tim. Garnacho disebut gagal menjaga hal tersebut selama di klub.

"Hal terbaik yang dilakukan Manchester United adalah menjualnya karena, lupakan soal kemampuannya, saya rasa dia tidak sehebat itu," ujar Butt saat berbicara di podcast The Good, The Bad and The Football.

"Namun, sikapnya menurut saya adalah sebuah hal yang memalukan saat dia berada di United," lanjut Butt.


Tidak Menghormati Ruang Ganti

Selebrasi Alejandro Garnacho dalam laga Chelsea vs Arsenal di semifinal Carabao Cup 2025/2026, Kamis (15/1/2026). (AP Photo/Alastair Grant)

Butt juga menyoroti reaksi para pemain United di media sosial. Ia menilai hal tersebut menunjukkan adanya ketegangan yang sudah terjadi sebelumnya.

Ia menyebut Garnacho tidak menunjukkan rasa hormat terhadap rekan setim maupun klub. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa situasi menjadi tidak sehat.

"Itulah yang terjadi ketika orang-orang memposting hal seperti itu. Jika Anda berada di ruang ganti dan pergi dengan cara yang benar-benar tidak menghormati rekan setim dan klub," kata Butt.

"Dia akan disingkirkan setiap hari dalam latihan. Dia akan ditempatkan pada posisinya dengan sangat cepat oleh pemain-pemain seperti yang kami miliki dulu," tambah Butt.


Terlalu Cepat Merasa Superstar

Gelandang Chelsea, Alejandro Garnacho, terlihat selama pertandingan sepak bola Premier League Inggris antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge, London, pada 30 November 2025. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Butt mengungkapkan Garnacho dinilai terlalu cepat merasa sebagai pemain bintang. Ia menilai status tersebut datang sebelum waktunya.

Menurutnya, pemain muda seharusnya tetap menjaga sikap dan terus berkembang. Situasi yang dialami Garnacho justru sebaliknya.

"Garnacho selalu sedikit menjaga jarak. Dia memiliki penilaian tinggi terhadap dirinya sendiri," ucap Butt.

"Dia mendapatkan status superstar terlalu cepat dan setelah itu semuanya berubah. Seseorang di klub seharusnya bisa menahannya, mungkin sudah dilakukan tetapi dia mengabaikannya," tutup Butt.

Sumber: ESPN


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya