Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Jepang, Dinding Rumah Warga Dilaporkan Roboh

Otoritas Jepang juga mengeluarkan peringatan tsunami usai gempa melanda.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 20 April 2026, 15:44 WIB
Gempa bumi merupakan bencana alam yang paling rawan terjadi di Indonesia. (Foto: Unsplash/Shefali Lincoln)

Liputan6.com, Tokyo - Jepang diguncang gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,5 pada Senin (20/4/2026) sore waktu setempat. Getaran keras menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah, dengan laporan awal menyebutkan dinding-dinding rumah warga roboh akibat guncangan.

Gempa terjadi pada pukul 16.53 waktu setempat dengan pusat gempa berada di lepas pantai Sanriku. Badan meteorologi setempat mencatat kedalaman gempa sekitar 10 kilometer di bawah permukaan laut, dikutip dari laman SCMP, Senin (20/4).

Guncangan kuat tersebut memicu peringatan tsunami di wilayah timur laut dan utara Jepang, termasuk Prefektur Hokkaido, Aomori, dan Iwate. Otoritas memperkirakan potensi gelombang tsunami setinggi hingga tiga meter dapat menerjang garis pantai.

Laporan dari otoritas setempat menyebutkan gempa mencapai intensitas “5 atas” pada skala seismik Jepang, yang berarti cukup kuat untuk membuat orang sulit berdiri stabil di dalam bangunan. Di sejumlah lokasi, struktur bangunan yang tidak diperkuat dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk runtuhnya dinding rumah warga.

Lembaga penyiaran nasional NHK melaporkan adanya potensi gelombang susulan yang dapat berulang kali menghantam wilayah pesisir. Warga di daerah terdampak telah diminta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan tetap berada di lokasi aman hingga peringatan resmi dicabut.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemantauan dampak gempa dan potensi tsunami masih terus dilakukan oleh otoritas Jepang.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya