Kebakaran Hebat di Malaysia Hancurkan 1000 Rumah, Ini Upaya Kemlu RI bagi WNI

Mayoritas penghuni di kawasan terdampak kebakaran termasuk WNI.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 20 April 2026, 11:18 WIB
Tampak udara Kampung Bahagia, desa air di Sandakan, Sabah, Malaysia, setelah kebakaran pada Minggu (19/4/2026). (Dok. Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sandakan/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui KJRI Kota Kinabalu terus memonitor perkembangan dan melakukan pendampingan penanganan insiden kebakaran di wilayah Sandakan, Malaysia, yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) dini hari waktu setempat.

Kebakaran tersebut berdampak signifikan, dengan sekitar 1.000 rumah terbakar dari total 1.200 unit. Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa. Sejumlah warga yang dilaporkan mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan barang-barang mereka, telah mendapatkan penanganan medis.

Mayoritas penghuni kawasan merupakan warga negara Malaysia, warga negara Filipina, dan warga negara Indonesia (WNI) yang menikah dengan warga negara Malaysia.

"Menindaklanjuti kejadian ini, KJRI Kota Kinabalu bersama Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI melakukan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat guna memperoleh data akurat terkait jumlah dan kondisi WNI terdampak; (2) Melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan situasi di lapangan, termasuk penanganan pengungsi dan distribusi bantuan; (3) Menyiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi WNI terdampak yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran," demikian seperti dikutip dari pernyataan tertulis Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, Senin (20/4).

"Disamping itu, berdasarkan pantauan di lapangan, para korban yang memerlukan bantuan juga sudah ditampung di lokasi penampungan (PPS), dan ditangani oleh pihak terkait di Sandakan, Sabah."

Lebih lanjut, Heni menuturkan, "Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak. Informasi lanjutan akan disampaikan secara berkala seiring dengan perkembangan di lapangan."

"Kementerian Luar Negeri mengimbau keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat di kawasan tersebut untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah," imbuhnya.

Terkait dengan data WNI yang terdampak kebakaran, Heni mengatakan bahwa pihak KJRI Kota Kinabalu masih melakukan pendataan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya