Liputan6.com, Washington, DC - Kementerian Perang Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM), yang beroperasi di Laut Arab menegakkan langkah-langkah blokade laut terhadap sebuah kapal kargo berbendera Iran yang berupaya berlayar menuju pelabuhan Iran pada Minggu (19/4/2026).
"Kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG-111) mencegat kapal M/V Touska saat melintasi bagian utara Laut Arab dengan kecepatan 17 knot dalam perjalanan menuju Bandar Abbas, Iran. Pasukan AS mengeluarkan beberapa peringatan dan memberi tahu kapal berbendera Iran tersebut bahwa mereka melanggar blokade yang diberlakukan AS," bunyi pernyataan Kementerian Perang AS dalam unggahannya di platform Instagram.
Advertisement
"Setelah awak Touska tidak mematuhi peringatan berulang selama enam jam, USS Spruance memerintahkan agar ruang mesin kapal tersebut dikosongkan.Setelah itu, Spruance melumpuhkan sistem penggerak Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam 5 inci MK 45 ke arah ruang mesin."
Pernyataan yang sama menyebutkan, "Pasukan Marinir AS dari 31st Marine Expeditionary Unit kemudian menaiki kapal yang tidak patuh tersebut, yang saat ini berada dalam kendali AS."
"Pasukan AS bertindak secara terukur, profesional, dan proporsional untuk memastikan kepatuhan. Sejak dimulainya blokade, pasukan AS telah mengarahkan 25 kapal komersial untuk berbalik atau kembali ke pelabuhan Iran," sebut pernyataan itu.
Presiden AS Donald Trump turut mengumumkan hal serupa. Melalui platform Truth Social ia menyatakan, "Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA, dengan panjang hampir 900 kaki dan bobot mendekati kapal induk, mencoba menerobos blokade laut kami—dan hasilnya tidak berjalan baik bagi mereka."
Ia menambahkan bahwa AS telah memberikan peringatan yang cukup agar kapal tersebut berhenti, namun diabaikan.
"Karena itu, kapal angkatan laut kami menghentikan pergerakan mereka secara langsung dengan menembak ruang mesin kapal," ujarnya.
Trump juga menyebut bahwa Touska sebelumnya sudah dikenai sanksi oleh Kementerian Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegalnya.
"Saat ini kapal tersebut sepenuhnya berada dalam kendali kami dan kami sedang memeriksa muatannya," beber Trump.
Blokade laut AS, yang berlaku untuk semua kapal dari negara mana pun yang masuk atau keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran, resmi dimulai pada 13 April setelah perundingan kedua negara di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.Trump mengatakan pada Jumat (17/4) bahwa blokade laut akan tetap diberlakukan sampai kedua negara menyepakati suatu perjanjian.