Mentan Ajak Masyarakat Aktif Verifikasi Data Pangan Nasional, Ikut Pantau Cek Stok Beras

Mentan Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melaksanakan verifikasi data pangan nasional.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 20 April 2026, 02:30 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman saat berdiskusi dengan mahasiswa dalam kunjungannya ke Gudang Bulog Banjar Kemantren di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Mentan atau Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melaksanakan verifikasi data-data pangan nasional demi meningkatkan kepercayaan publik kepada pemerintah.

"Silakan masyarakat ikut aktif dalam melakukan pengecekan langsung. Hari ini stok beras nasional di angka 4,9 juta ton," ujar Amran dalam kunjungannya ke Gudang Bulog Banjar Kemantren di Sidoarjo, Jawa Timur, melansir Antara, Minggu (19/4/2026).

Dia mengatakan, masyarakat bisa memantau melalui data-data dari Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), dan dari Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) yang semuanya kredibel.

Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi Bulog Jatim yang mengajak perwakilan masyarakat dari elemen mahasiswa, dosen, hingga organisasi kepemudaan untuk ikut melaksanakan kunjungan demi mengecek stok beras di wilayah setempat.

"Keterlibatan publik penting untuk memastikan adanya verifikasi independen terhadap data pangan nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," ucap Amran.

 

Jumlah Stok Beras Nasional

Mentan Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi Gudang Bulog Banjar Kemantren di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu, guna memastikan stok beras di Jawa Timur. (Antara)

Amran menuturkan, data per hari ini menunjukkan jumlah stok beras nasional mencapai 4,9 juta ton dengan prediksi akan mencapai lima juta ton pada pertengahan minggu depan.

Ia menilai dengan adanya jumlah stok beras sejumlah tersebut maka ketahanan pangan nasional menghadapi dampak fenomena El Nino dalam kondisi yang kuat.

Selain itu, Amran menjelaskan ketersediaan bahan pangan dari sektor lain seperti industri makanan horeka tercatat sebanyak 12,5 juta ton, disertai dengan hasil tanaman standing crop sebanyak 11 juta ton.

Ia mengatakan ketersediaan pangan nasional yang mencapai kurang lebih 28 juta ton itu cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama 11 bulan dan menghadapi dampak fenomena El Nino.

"Saya bangga dengan adanya elemen masyarakat yang hadir, supaya ada second opinion, serta cross check langsung dari masyarakat terhadap data-data pangan nasional yang tersedia," jelas Amran.

Ia pun menyatakan siap membuka pintu transparansi ketersediaan tersebut, melalui komunikasi lintas lembaga demi memastikan adanya keterlibatan masyarakat dalam ketahanan pangan nasional.

Infografis Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya