Pemulihan Infrastruktur Dipercepat, Ketahanan Terhadap Potensi Bencana Jadi Prioritas

Pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana dengan fokus pada pembangunan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 19 April 2026, 20:27 WIB
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian meninjau pemulihan infratruktur di Sumatera. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat perbaikan infrastruktur untuk memulihkan konektivitas penyintas bencana yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Perbaikan jalan dan jembatan nasional serta daerah dilakukan secara masif untuk mengembalikan mobilitas warga. Selain itu, langkah ini juga bertujuan memastikan rantai pasok logistik di tiga wilayah terdampak tetap lancar di tengah proses pemulihan.

Berdasarkan data Satgas PRR per 18 April 2026, jalan nasional dan daerah di tiga provinsi telah pulih secara fungsional.

Rinciannya, di Aceh, dari 46 jalan nasional dan 23 jembatan nasional yang rusak, semuanya telah berfungsi. Selain itu, sebanyak 1.521 titik jalan daerah dari total 1.638 titik, serta 351 jembatan daerah dari total 652 juga telah berfungsi.

Sementara di Sumut, dari 30 jalan nasional dan 7 jembatan nasional yang rusak, semuanya sudah berfungsi. Selain itu, sebanyak 607 jalan daerah dari total 616 titik, serta 343 jembatan daerah dari total 366 sudah bisa digunakan kembali.

Adapun di Sumbar, dari 31 jalan nasional dan 13 jembatan nasional yang rusak, semuanya sudah dapat diakses kembali. Sementara itu, sebanyak 149 jalan daerah dari total 167 titik, serta 97 jembatan daerah dari total 163 juga sudah bisa berfungsi kembali.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan rekonstruksi infrastruktur pendukung konektivitas menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana di Sumatera.

Ia menambahkan, langkah selanjutnya ialah meningkatkan fungsi jalan dan jembatan yang semula bersifat fungsional menjadi permanen.

Kasatgas Tito Apresiasi Kolaborasi Pemulihan Infrastruktur

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian meninjau pemulihan infratruktur di Sumatera. (Dok. Istimewa)

Tito juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI/Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang terus bekerja keras memastikan infrastruktur penunjang konektivitas di tiga wilayah terdampak kembali normal.

"Pekerjaan (memperbaiki infrastruktur) jalan terus. Saya menghargai betul upaya dari TNI/Polri yang tidak berhenti, kemudian juga BNPB semua bergerak, dan Menteri PU (Dody Hanggodo) juga luar biasa," kata Tito dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Tim Pengarah Satgas PRR di Kompleks Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pihaknya akan memperkuat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi melalui peningkatan anggaran, termasuk pada sektor Bina Marga yang naik sebesar Rp7,61 triliun, dari semula Rp14,29 triliun menjadi Rp21,90 triliun.

Anggaran ini nantinya difokuskan untuk penanganan longsoran serta rehabilitasi dan rekonstruksi ruas jalan nasional maupun daerah di wilayah terdampak.

Menteri Dody menegaskan pemerintah tidak hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana, tetapi juga meningkatkan ketahanan konstruksi terhadap risiko bencana di masa mendatang.

“Kita tidak hanya memperbaiki, tapi membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar ke depan lebih tahan terhadap bencana,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya