Top 3: Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Negara ASEAN

Artikel Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Negara ASEAN ini menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com.

oleh Septian DenyDiterbitkan 20 April 2026, 06:30 WIB
Ilustrasi pengisian BBM kendaraan. (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Dinamika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu menjadi sorotan, baik di tingkat nasional maupun regional. Di kawasan Asia Tenggara, perbandingan harga BBM antarnegara menunjukkan variasi yang signifikan, dipengaruhi oleh kebijakan subsidi, pajak, serta fluktuasi harga minyak mentah global.

Indonesia, sebagai salah satu negara dengan konsumsi energi tinggi, memiliki struktur harga BBM yang unik dengan adanya jenis subsidi dan nonsubsidi.

Artikel Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Negara ASEAN ini menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com?

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Senin (20/4/2026):

1. Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Negara Lain di ASEAN

Dinamika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu menjadi sorotan, baik di tingkat nasional maupun regional. Di kawasan Asia Tenggara, perbandingan harga BBM antarnegara menunjukkan variasi yang signifikan, dipengaruhi oleh kebijakan subsidi, pajak, serta fluktuasi harga minyak mentah global.

Indonesia, sebagai salah satu negara dengan konsumsi energi tinggi, memiliki struktur harga BBM yang unik dengan adanya jenis subsidi dan nonsubsidi.

Terbaru, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga untuk beberapa jenis BBM nonsubsidi per 18 April 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah gejolak harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya terganggunya jalur distribusi energi global di Selat Hormuz.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Update Harga Emas Perhiasan per 19 April 2026 Mulai 5 Karat hingga 24 Karat

Sebagai informasi, pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Tampak dalam foto, perhiasan emas dipajang di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pada Rabu 14 Januari 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Dunia investasi dan perhiasan kembali menyoroti pergerakan harga emas yang dinamis. Pada Minggu, 19 April 2026, harga emas perhiasan menunjukkan variasi signifikan berdasarkan kadar karatnya.

Seementara kemarin, harga emas batangan dari Antam dan Pegadaian kompak mencatatkan kenaikan. Informasi terkini ini sangat relevan bagi para investor, kolektor, maupun masyarakat yang ingin membeli atau menjual emas.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber resmi dan terpercaya ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi pasar emas. Perubahan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global dan lokal, menjadikannya instrumen investasi yang menarik namun perlu dicermati secara seksama. Memahami rincian harga emas perhiasan dan batangan hari ini penting untuk membuat keputusan finansial yang tepat.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Buka-Tutup Selat Hormuz Bikin 2 Kapal Pertamina Masih Tertahan

Dalam foto yang dirilis pada hari Rabu, 2 Agustus 2023 oleh Sepahnews dari Garda Revolusi Iran, speedboat Garda berpartisipasi dalam latihan di Teluk Persia. Militer AS sedang mempertimbangkan untuk menempatkan personel bersenjata di kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, dalam tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bertujuan untuk menghentikan Iran dari menyita dan mengganggu kapal-kapal sipil, empat pejabat Amerika mengatakan kepada The Associated Press pada hari Kamis, 3 Agustus 2023. (Sepahnews via AP)

Aksi Buka-Tutup Selat Hormuz oleh Iran dalam waktu dekat turut membuat dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamnusuro tertahan.

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita mengatakan, pihaknya terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz.

"Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz," ujar dia dalam pernyataan tertulis, Minggu (19/4/2026).

Vega menyampaikan, PIS terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sembari tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman.

Baca artikel selengkapnya di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya