Selat Hormuz Dibuka, Ini Beragam Respons Sejumlah Pemimpin Dunia

Emmanuel Macron hingga Kanselir Friedrich Merz adalah sejumlah pemimpin dunia yang merespons pembukaan selat Hormuz.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 18 April 2026, 12:06 WIB
Kapal Garda Revolusi Iran mengawasi kapal perang Amerika di Selat Hormuz, Jumat 19 Mei 2023. (AP/Jon Gambrell)

Liputan6.com, Teheran - Pernyataan berbeda dari Iran dan Amerika Serikat terkait status Selat Hormuz memicu respons beragam dari para pemimpin dunia, meski sebagian besar menyambutnya dengan optimisme hati-hati.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran strategis tersebut “sepenuhnya terbuka” untuk kapal komersial selama masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Namun, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang berbeda. Ia menyebut Selat Hormuz terbuka untuk aktivitas pelayaran global, tetapi menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan penuh dengan Teheran.

Trump bahkan mengklaim Iran telah sepakat untuk “tidak akan pernah menutup Selat Hormuz lagi,” meskipun pernyataan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Iran, dikutip dari laman Al Jazeera, Sabtu (18/4/2026).

Di sisi lain, laporan media Iran menunjukkan adanya perbedaan pandangan internal. Seorang pejabat militer disebut menyatakan bahwa hanya kapal non-militer yang diizinkan melintas dengan persetujuan angkatan laut IRGC, menandakan pembukaan selat masih bersifat terbatas.

Respons InternasionalDi Paris, para pemimpin dunia menggelar pertemuan yang melibatkan sekitar 30 hingga 40 negara untuk membahas upaya menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz pascakonflik.

Perdana Menteri Inggris Raya Keir Starmer menyambut pembukaan selat tersebut, namun menekankan perlunya jaminan keberlanjutan.

“Langkah ini harus menjadi solusi yang langgeng dan dapat diterapkan,” ujarnya, seraya menyatakan Inggris bersama Prancis siap memimpin misi internasional yang bersifat defensif untuk melindungi jalur pelayaran.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mendesak pembukaan penuh dan tanpa syarat Selat Hormuz oleh semua pihak. Ia menolak segala bentuk pembatasan yang berpotensi mengganggu kebebasan navigasi internasional.

“Kita semua menentang segala bentuk pembatasan yang menyerupai upaya memprivatisasi selat tersebut,” kata Macron.

Dari Jerman, Kanselir Friedrich Merz menyatakan kesiapan negaranya untuk berkontribusi melalui dukungan intelijen dan kemampuan pembersihan ranjau, dengan syarat adanya dasar hukum internasional yang jelas.

 

Respons Presiden Finlandia

Dua perahu tradisional berlayar melewati sebuah kapal kontainer besar di Selat Hormuz, Jumat, 19 Mei 2023. (AP/Jon Gambrell)

Sementara itu, Presiden Finlandia Alexander Stubb menilai pembukaan Selat Hormuz sebagai langkah positif, namun menegaskan bahwa solusi jangka panjang tetap bergantung pada diplomasi.

Dampak GlobalSelat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Ketegangan dan pembatasan akses sebelumnya telah memicu lonjakan harga energi global.

Meski pengumuman pembukaan selat disambut baik, perbedaan pernyataan antara Washington dan Teheran menunjukkan bahwa situasi masih belum sepenuhnya stabil. Para pemimpin dunia pun menekankan pentingnya konsistensi kebijakan dan kerja sama internasional untuk menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.

Dengan negosiasi yang masih berlangsung, arah kebijakan terkait Selat Hormuz diperkirakan akan terus menjadi faktor kunci dalam menentukan stabilitas ekonomi dan keamanan global dalam waktu dekat.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya