Iran Buka Selat Hormuz, Begini Deretan Respons Pelaku Industri hingga Pemimpin Dunia

Berikut deretan pernyataan dari pelaku industri pelayaran dan pemimpin dunia setelah Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz untuk jalur perdagangan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 April 2026, 11:00 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghci menuturkan, Selat Hormuz jalur air penting untuk transportasi minyak dan gas global telah dibuka untuk semua kapal komersial setelah kesepakatan gencatan senjata yang disepakati di Lebanon.(Sepahnews via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghci menuturkan, Selat Hormuz jalur air penting untuk transportasi minyak dan gas global telah dibuka untuk semua kapal komersial setelah kesepakatan gencatan senjata yang disepakati di Lebanon. Lalu bagaimana respons pelaku industri pelayaran dan pemimpin dunia seiring Iran buka Selat Hormuz?

Berikut tanggapan pelaku industri pelayaran dan pemimpin dunia yang dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (18/4/2026):

Industri Pelayaran:

a.Hapag-Llyod

"Jika semua masalah yang belum terselesaikan (yaitu cakupan asuransi, perintah yang jelas dari pemerintah/militer Iran tentang koridor laut yang tepat yang akan digunakan dan urutan keberangkatan kapal) telah diselesaikan, kami lebih memilih untuk melewati selat tersebut sesegera mungkin."

"Komite krisis kami sedang bersidang dan akan mencoba menyelesaikan semua masalah yang belum terselesaikan dengan pihak-pihak terkait dalam waktu 24-36 jam ke depan."

b.Maersk:

"Kami telah mencatat pengumuman tersebut. Keselamatan awak kapal, kapal, dan kargo pelanggan kami tetap menjadi prioritas kami. Sejak pecahnya konflik, kami telah mengikuti arahan dari mitra keamanan kami di kawasan tersebut, dan rekomendasi sejauh ini adalah untuk menghindari transit di Selat Hormuz.

"Setiap keputusan untuk transit di selat tersebut akan didasarkan pada penilaian risiko dan pemantauan ketat terhadap situasi keamanan, dengan perkembangan terbaru juga dimasukkan dalam penilaian yang sedang berlangsung."

 

Respons Pelaku Industri Lainnya

Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Oman dan Laut Arab, menjadikannya sebagai urat nadi vital bagi 20% pasokan minyak dan gas global. Tampak dalam foto, seorang juru kamera merekam kapal pengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG) berbendera India, Jag Vasant, yang mengangkut gas minyak cair di Pelabuhan Mumbai, India, setelah kapal tersebut melewati Selat Hormuz, Rabu, 1 April 2026. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

c.CEO the Norwegian Shipowners Association, Knut Arild Hareide:

Ia menuturkan, jika ini merupakan langkah menuju pembukaan, ini merupakan perkembangan yang disambut baik. Namun, situasinya masih belum terselesaikan, dengan sejumlah ketidakpastian yang belum terpecahkan, termasuk pertanyaan terkait keberadaan ranjau laut, persyaratan Iran yang berlaku, dan implementasi praktis. Ia mengatakan, sspek-aspek ini perlu diklarifikasi sebelum transit dapat dinilai."

"Saat ini kami sedang memverifikasi pengumuman terbaru terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, dalam hal kepatuhannya terhadap kebebasan navigasi untuk semua kapal dagang dan jalur pelayaran yang aman."

d.Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional Arsenio Dominguez

“Saat ini kami sedang memverifikasi pengumuman terbaru terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, dalam hal kepatuhannya terhadap kebebasan navigasi untuk semua kapal dagang dan jalur pelayaran yang aman,”

Respons Pemimpin Dunia

Sebuah kapal nirawak L3 Harris Arabian Fox MAST-13 milik Angkatan Laut AS dan kapal pemotong USCGC John Scheuerman milik Penjaga Pantai AS melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu, 19 April 2023. (Information Systems Technician 1st Class Vincent Aguirre/U.S. Coast Guard via AP)

1.Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres

“Saya menyambut baik pengumuman Iran kalau Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk semua kapal komersial selama masa gencatan senjata. Ini adalah langkah ke arah yang benar,”.

“Posisi PBB tetap jelas, kita membutuhkan pemulihan penuh hak dan kebebasan navigasi internasional di Selat Hormuz, yang dihormati oleh semua orang.

2.Presiden AS Donald Trump

"Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan siap untuk bisnis dan lalu lintas penuh, tetapi blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya hanya untuk Iran, sampai transaksi kita dengan Iran selesai 100 persen," tulis Trump di Truth Social.

3.Presiden Prancis Emmanuel Macron

Macron mengatakan, langkah tersebut "berjalan ke arah yang benar."

"Kita semua menentang pembatasan atau sistem perjanjian apa pun yang pada dasarnya merupakan upaya untuk memprivatisasi selat—dan, tentu saja, sistem pungutan tol apa pun."

4.Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz

"Kami menyambut baik pengumuman Iran bahwa Selat Hormuz telah dibuka kembali untuk semua kapal hingga akhir periode gencatan senjata, dan kami melihatnya sebagai langkah penting menuju deeskalasi ketegangan.

"Mencegah krisis, konflik, dan perkembangan serupa yang mengganggu transportasi maritim di wilayah kita hanya mungkin dilakukan melalui dialog, pengendalian diri, dan penguatan kerja sama multilateral."

5.Presiden Finlandia Alexander Stubb

"Finlandia siap bekerja sama untuk mencari solusi yang membawa stabilitas ke kawasan ini dan menghormati hukum internasional,”

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya