Urutan Bulan Hijriyah Lengkap dalam Islam serta Penjelasannya

Mengetahui urutan bulan Hijriyah lengkap dalam Islam begitu penting mengingat kalender ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan acuan berbagai peribadatan

oleh Nanik RatnawatiDiterbitkan 20 April 2026, 08:00 WIB
Ilustrasi kalender Islam, Hijriah. (Photo Copyright by Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Kalender Hijriah bukan sekadar alat penanda waktu bagi umat Islam. Lebih dari itu, kalender ini merupakan identitas peradaban yang sarat akan makna spiritual, sejarah, dan budaya. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui urutan bulan Hijriyah lengkap dalam Islam

Merujuk Studi Sistem Perhitungan Kalender Hijriah dan Kalender Umat Islam di Indonesia, UIN Suska, kalender Hijriyah didasarkan pada peredaran bulan (lunar calendar). Sistem penanggalan ini menjadi rujukan utama bagi seluruh umat Islam di dunia untuk menentukan waktu-waktu ibadah, hari-hari besar, serta momen-momen bersejarah dalam agama.

Kalender ini ditetapkan secara resmi pada masa Khalifah Umar bin Khattab, dan menggunakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai awal perhitungannya, yang kemudian menjadi cikal bakal namanya, "Hijriah".

Mempelajari dan membiasakan diri dengan bulan-bulan Hijriah adalah bagian dari upaya menghidupkan sunnah dan menjaga warisan peradaban Islam. Merangkum berbagai sumber, berikut ulasannya.

Berikut adalah 12 bulan dalam kalender Hijriah yang diurutkan dari bulan pertama hingga kedua belas, lengkap dengan arti nama dan maknanya.

1. Muharram (المحرّم)

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah yang menandai awal Tahun Baru Islam. Nama ini berasal dari kata "haram" yang berarti terlarang atau dihormati.

Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, terutama puasa sunnah pada tanggal 10 Muharram (Hari Asyura) yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

2. Safar (صفر)

Bulan kedua ini memiliki arti "kosong". Penamaan ini berasal dari kebiasaan masyarakat Arab pada zaman dahulu yang meninggalkan rumah mereka untuk berperang, berdagang, atau mencari penghidupan, sehingga kampung-kampung mereka menjadi kosong.

Ada pula pendapat yang mengaitkannya dengan warna kuning (ashfar), merujuk pada daun-daun yang menguning di musim gugur.

3. Rabiul Awal (ربيع الأول)

Bulan ketiga ini memiliki arti "musim semi pertama". Bulan ini sangat istimewa bagi umat Islam karena merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal yang diperingati sebagai Maulid Nabi. Di bulan inilah Rasulullah SAW melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah.

4. Rabiul Akhir (ربيع الآخر)

Bulan keempat ini secara harfiah berarti "musim semi kedua" atau "akhir musim semi". Seperti halnya Rabiul Awal, penamaan bulan ini juga merujuk pada musim semi yang berlangsung selama dua bulan berturut-turut. Bulan ini menjadi momen refleksi bagi umat Islam untuk melanjutkan kebaikan yang telah dimulai.

5. Jumadil Awal (جمادى الأولى)

Bulan kelima ini berasal dari kata "jumada" yang berarti beku atau kering. Penamaan ini menggambarkan musim dingin di mana air membeku, atau musim kemarau di mana tanah menjadi kering dan tandus. Bulan ini juga dikenal sebagai Jumadil Ula.

6. Jumadil Akhir (جمادى الآخرة)

Bulan keenam ini merupakan kelanjutan dari Jumadil Awal, yang berarti "akhir dari masa kekeringan" atau "musim dingin kedua". Pada masa ini, musim dingin mencapai puncaknya dengan air yang membeku dan munculnya es.

7. Rajab (رجب)

Bulan ketujuh ini termasuk dalam empat bulan haram (suci) dalam Islam. Kata "Rajab" berarti menghormati atau mengagungkan. Pada bulan ini, umat Islam dilarang berperang dan dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan. Salah satu peristiwa agung yang terjadi di bulan ini adalah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

8. Syakban (شعبان)

Bulan kedelapan ini berasal dari kata "sya'b" yang berarti kelompok atau berpencar. Penamaan ini menggambarkan kebiasaan masyarakat Arab pada bulan ini yang berkelompok mencari air dan merumput. Bulan Syakban juga sering disebut sebagai bulan persiapan menuju Ramadhan, di mana Rasulullah SAW banyak berpuasa sunnah di bulan ini.

9. Ramadhan (رمضان)

Bulan kesembilan ini adalah bulan yang paling mulia dan dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam. Kata "Ramadhan" berarti panas yang terik atau membakar. Maknanya adalah bulan yang membakar dosa-dosa bagi orang-orang yang beriman. Di bulan inilah umat Islam diwajibkan berpuasa dan Al-Qur'an pertama kali diturunkan.

10. Syawal (شوّال)

Bulan kesepuluh ini menjadi momen kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan, yang dirayakan dengan Hari Raya Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal. Kata "Syawal" secara etimologis berarti peningkatan. Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal, yang pahalanya seperti berpuasa setahun penuh.

11. Zulkaidah (ذو القعدة)

Bulan kesebelas ini memiliki arti "pemimpin gencatan senjata" atau "bulan istirahat". Nama ini berasal dari kebiasaan orang Arab yang berhenti dari peperangan dan bepergian untuk beristirahat. Zulkaidah juga merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.

12. Zulhijah (ذو الحجة)

Bulan kedua belas ini secara harfiah berarti "bulan haji". Pada bulan inilah umat Islam dari seluruh dunia melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Makkah. Tanggal 9 Zulhijah adalah Hari Arafah, dan tanggal 10 Zulhijah adalah Hari Raya Idul Adha, di mana umat Islam melaksanakan ibadah kurban. Zulhijah juga merupakan salah satu bulan haram yang paling utama.

Bulan-Bulan Haram (Asyhurul Hurum) dalam Islam

Dalam kalender Hijriah, terdapat empat bulan yang secara khusus dimuliakan oleh Allah SWT, yang dikenal dengan istilah asyhurul hurum (bulan-bulan haram).

Kemuliaan ini ditegaskan langsung dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36. Para ulama bersepakat bahwa keempat bulan tersebut adalah:

  • Zulkaidah
  • Zulhijah
  • Muharram, dan
  • Rajab.

Keempat bulan ini memiliki kekhususan tersendiri. Tiga bulan di antaranya, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharram, letaknya berurutan. Sedangkan bulan Rajab terletak menyendiri, di antara bulan Jumadil Akhir dan Syakban

Di bulan-bulan ini, umat Islam sangat dilarang untuk berbuat zalim, berperang, dan melakukan berbagai bentuk kemaksiatan. Bahkan, dosa yang dilakukan pada bulan-bulan haram ini akan mendapatkan balasan yang lebih besar, sementara amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.

Bulan-bulan ini menjadi peluang istimewa bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Fungsi Kalender Hijriah dalam Peribadatan

Kalender Hijriah memiliki fungsi yang sangat fundamental dalam menjalankan syariat Islam. Fungsi ini bukan sekadar administratif, melainkan telah ditegaskan langsung dalam Al-Qur'an dan Hadis. Beberapa fungsi utamanya antara lain:

1. Menentukan Ibadah Puasa Ramadhan

Seluruh umat Islam diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan, yang merupakan bulan ke-9 dalam kalender Hijriah. Penentuan awal dan akhir Ramadhan dilakukan melalui metode rukyatul hilal (melihat bulan sabit) atau hisab (perhitungan astronomi).

2. Menentukan Hari Raya

Hari Raya Idul Fitri dirayakan pada tanggal 1 Syawal, sementara Idul Adha dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Kedua hari raya ini menjadi puncak dari ibadah puasa Ramadhan dan ibadah haji.

3. Menentukan Waktu Ibadah Haji

Rangkaian ibadah haji dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, bulan ke-12 dalam kalender Hijriah. Puncaknya, yaitu wukuf di Arafah, jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah.

4. Menentukan Status Zakat dan Sedekah

Kewajiban membayar zakat fitrah ditunaikan pada akhir bulan Ramadhan hingga sebelum shalat Idul Fitri. Selain itu, kalender Hijriah juga digunakan untuk menentukan waktu pengeluaran zakat maal (harta) yang telah mencapai haul (satu tahun kepemilikan).

5. Pedoman Sejarah dan Peringatan

Kalender ini menjadi rujukan untuk memperingati peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam, seperti Tahun Baru Islam (1 Muharram), Maulid Nabi (12 Rabiul Awal), Isra' Mi'raj (27 Rajab), dan berbagai momen lainnya.

People Also Ask:

Nama nama bulan Hijriah secara berurutan?

12 Nama Bulan Hijriah, Momen Penting, & Maknanya dalam IslamMuharam. Jika kalender Masehi diawali dengan Januari, maka Hijriah dimulai dengan bulan Muharam. ...2. Safar. Safar berarti kosong atau tanpa sesuatu yang memadai. ...3. Rabiulawal. ...4. Rabiulakhir. ...Jumadilawal. ...6. Jumadilakhir. ...7. Rajab. ...Syaban.

1 Muharram tahun 2026 jatuh pada tanggal berapa?

Kapan Tahun Baru Islam dimulai pada tahun 2026? Tanggal 1 Muharram dan awal tahun baru Hijriah akan jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026, tergantung pada penampakan bulan. Setiap tahun, awal Tahun Baru Islam ditentukan oleh penampakan bulan.

4 bulan yang dimuliakan Allah apa saja?

Dalam ajaran Islam, terdapat empat bulan yang dimuliakan oleh Allah ﷻ, yaitu Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharam.

12 bulan apa saja namanya?

Teman-teman sudah hafal 12 nama bulan masehi dalam setahun kan..? Yuk kita hafalkan; Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember. Kita bernyanyi lagi yuk..!?

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya