Sekretaris Panitia Pelaksana (Panpel) Budi Bram Rachman, mengimbau kepada suporter setia Persib agar tidak membawa petasan, mercon atau flare ke Stadion Si Jalak Harupat, saat tim "Maung Bandung" menjamu tamunya Mitra Kukar, Sabtu (6/7/2013). Imbauan ini disampaikan panpel karena saat ini laga kandang Persib mendapat perhatian khusus dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait aksi dari bobotoh yang menyalakan flare atau mercon ketika permainan berlangsung, sehingga mengganggu jalannya pertandingan.
Panpel Persib telah dua kali mendapat sanksi denda dari Komdis karena kasus mercon dan flare. Terakhir, hukuman denda dikeluarkan Komdis PSSI karena asap pembakaran petasan dan flare atau mercon mengganggu jalannya pertandingan saat menang 4-1 melawan Sriwijaya FC Palembang, 15 Juni 2013 lalu di Stadion Si Jalak Harupat.
Di laga terakhir melawan Persisam Samarinda, pertandingan pun sempat terhenti dua kali. Wasit Nusur Fadilah menghentikan pertandingan selama beberapa menit karena letupan kembang api yang dinyalakan penonton ketika pertandingan berlangsung.
Budi Bram sendiri sempat mengakui masih kurang ketat dalam penjagaan di pintu masuk tribun. Hal itu membuat segelintir orang mudah masuk dengan membawa flare (mercon) dan petasan ke dalam stadion.
Panpel Persib telah dua kali mendapat sanksi denda dari Komdis karena kasus mercon dan flare. Terakhir, hukuman denda dikeluarkan Komdis PSSI karena asap pembakaran petasan dan flare atau mercon mengganggu jalannya pertandingan saat menang 4-1 melawan Sriwijaya FC Palembang, 15 Juni 2013 lalu di Stadion Si Jalak Harupat.
Di laga terakhir melawan Persisam Samarinda, pertandingan pun sempat terhenti dua kali. Wasit Nusur Fadilah menghentikan pertandingan selama beberapa menit karena letupan kembang api yang dinyalakan penonton ketika pertandingan berlangsung.
Budi Bram sendiri sempat mengakui masih kurang ketat dalam penjagaan di pintu masuk tribun. Hal itu membuat segelintir orang mudah masuk dengan membawa flare (mercon) dan petasan ke dalam stadion.