Liputan6.com, Jakarta - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta memastikan kesiapan layanan bagi puluhan ribu jemaah calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada musim haji tahun 1447 H/2026 M.
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdana, mengungkapkan bahwa pemberangkatan perdana direncanakan akan berlangsung mulai Rabu, 22 April 2026 mendatang.
Advertisement
"Dapat kami informasikan, pemberangkatan calon jemaah haji melalui Bandara Soekarno-Hatta direncanakan akan dimulai pada 22 April 2026. Pada musim haji tahun ini, Bandara Soekarno-Hatta direncanakan akan melayani keberangkatan sebanyak 35.285 orang," kata Galih, Kamis (16/4/2026).
Puluhan ribu jemaah tersebut berasal dari tiga embarkasi utama di wilayah penyangga Bandara Soekarno-Hatta, yakni Embarkasi Pondok Gede, Embarkasi Bekasi, dan Embarkasi Cipondoh di Kota Tangerang.
Seluruh jemaah tersebut nantinya akan diberangkatkan menggunakan dua maskapai resmi, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.
Galih menegaskan, pihaknya telah mematangkan segala aspek teknis di lapangan guna menjamin kenyamanan para tamu Allah tersebut.
"Untuk mendukung kelancaran pemberangkatan haji kali ini, Imigrasi Soekarno-Hatta juga telah melakukan berbagai persiapan operasional, personil, hingga pengamanan keimigrasian," ujar Galih.
Proses Keberangkatan Diklaim Lebih Cepat
Mengenai alur pemberangkatan, Galih menjelaskan bahwa seluruh proses pemeriksaan dokumen keimigrasian, termasuk peneraan tanda keluar, dilakukan secara terpusat di masing-masing asrama haji.
Setelah proses tersebut selesai, jemaah diberangkatkan menuju bandara menggunakan bus yang telah disegel dan mendapat pengawalan ketat dari petugas imigrasi.
Setibanya di bandara, para jemaah akan langsung diarahkan ke fasilitas Makkah Route yang berlokasi di Terminal 2. Di sana, mereka akan menjalani pemeriksaan keimigrasian oleh otoritas Arab Saudi.
"Dengan layanan ini, jemaah Indonesia yang tiba di Arab Saudi dapat langsung melanjutkan perjalanan ke pemondokan tanpa harus melalui pemeriksaan keimigrasian pada saat kedatangan di Arab Saudi. Dengan skema ini, proses keberangkatan menjadi lebih cepat, lebih teratur, dan lebih nyaman bagi seluruh calon jemaah haji," pungkasnya.