Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak pada perdagangan Rabu, (15/4/2026). Kenaikan harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam dan harga perak dunia.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 2.150 menjadi Rp 50.300. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dibanderol Rp 48.150.
Advertisement
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dibanderol Rp 13.100.000 dan perak batangan 500 gram dipatok Rp 25.275.000.
Sementara itu, harga perak dunia diperdagangkan di atas USD 79 per ounce pada Rabu, 15 April 2026 setelah melonjak lebih dari 5% pada sesi sebelumnya. Hal ini didukung oleh harapan Amerika Serikat (AS0 dan Iran dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik, meredakan kekhawatiran guncangan yang dipicu sektor energi.
Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia naik 0,57% menjadi USD 79,92.
Adapun AS dan Iran dilaporkan sedang berupaya menjadwalkan putaran kedua pembicaraan perdamaian dalam beberapa hari mendatang setelah negosiasi akhir pekan lalu gagal. AS melanjutkan blokade angkatan lautnya terhadap ekspor minyak Iran di Selat Hormuz, sementara Iran mempertimbangkan penangguhan sementara pengiriman melalui jalur tersebut untuk membantu memajukan potensi kesepakatan.
Sementara itu, harga minyak mentah turun di bawah USD 90 per barel dan indeks dolar AS merosot ke level terendah dalam enam minggu, memberikan dukungan lebih lanjut kepada logam mulia. Pasar juga telah mengurangi harapan hawkish untuk kebijakan moneter, dengan Federal Reserve (the Fed) mengadopsi sikap menunggu dan melihat saat mengevaluasi risiko inflasi.
Harga Emas Hari Ini Meroket, Siap-Siap Tembus Level Segini
Sebelumnya, harga emas naik lebih dari 1% pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena dolar Amerika Serikat (AS) melemah, sementara harapan akan dimulainya kembali pembicaraan AS-Iran ikut mendongkrak harga emas dengan meredakan kekhawatiran inflasi.
Dikutip dari Antara, Rabu (15/4/2206), harga emas naik 1,1% menjadi USD 4.791,65 per ons, sementara harga emas berjangka naik 1% menjadi USD 4.815,40. Tim negosiasi dari AS dan Iran dapat kembali ke Islamabad minggu ini untuk melanjutkan pembicaraan guna mengakhiri perang, setelah runtuhnya negosiasi akhir pekan mendorong Washington untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
“Arah pasar emas akan bergantung pada bagaimana jalannya pembicaraan di Pakistan dan kemajuan apa yang dicapai menjelang akhir pekan. Jika kita melihat berita positif, harga logam mulia akan terus naik,” kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn.
“Dolar yang lebih rendah dan harga minyak yang lebih rendah saat ini membantu harga emas, mengingat ketika perang dimulai, terjadi perebutan uang tunai dan kekhawatiran tentang kemampuan untuk mengakumulasi pasokan energi,” tambahnya.
Dolar AS melemah dan harga minyak turun pada hari Selasa. Mata uang AS yang lebih lemah membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain. Data menunjukkan harga produsen AS meningkat kurang dari yang diperkirakan pada Maret karena biaya jasa tidak berubah, tetapi lonjakan harga energi karena perang dengan Iran memicu tekanan inflasi.
Terlepas dari perannya sebagai lindung nilai inflasi, emas menjadi kurang menarik dalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi karena tidak menawarkan imbal hasil.
Penurunan Suku Bunga AS
Para pedagang kini memperkirakan probabilitas penurunan suku bunga AS sebesar 25% tahun ini, dibandingkan dengan ekspektasi dua kali penurunan suku bunga sebelum perang.
“Selama pasar belum mulai mempertimbangkan secara serius kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS, sejauh ini belum ada tanda-tanda ke arah itu, harga emas kemungkinan tidak akan turun lebih jauh,” kata Analis di Commerzbank.
Sementara itu, harga perak spot naik 3,3% menjadi USD 78,09 per ons. Harga platinum naik 0,1% menjadi USD 2.072,13, sementara harga paladium turun tipis 1% menjadi USD 1.558,80.