Liputan6.com, Jakarta - Serangan siber, termasuk Ransomware, bukan lagi sekadar masalah teknis di departemen Information Technology (IT), melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik dan stabilitas ekonomi.
Country Manager Synology Indonesia, Clara Hsu, memperingatkan bahwa ada empat sektor utama yang kini menjadi prioritas serangan para peretas. Antara lain sektor keuangan, layanan pemerintah, manufaktur, dan kesehatan.
Advertisement
Clara menggambarkan skenario mengerikan jika sistem keamanan di sektor-sektor tersebut jebol. Di sektor manufaktur, serangan ransomware dapat menghentikan seluruh lini produksi, yang berujung pada kerugian finansial yang masif.
Sementara di sektor publik, seperti perbankan dan imigrasi, kelumpuhan sistem di rumah sakit atau bandara dapat menciptakan kekacauan nasional.
"Bayangkan jika sebuah bank tiba-tiba tidak dapat diakses atau sistem imigrasi lumpuh. Namun yang paling krusial adalah sektor kesehatan. Jika sistem rumah sakit tidak bisa diakses akibat ransomware, taruhannya adalah nasib pasien. Dampaknya sangat besar," ungkap Clara, Selasa (14/4/2026) di Jakarta.
Menurutnya, peretas saat ini tidak lagi memandang bulu. Baik perusahaan kecil maupun besar, lokal maupun asing, semuanya menjadi sasaran. Namun, sektor-sektor vital tersebut memiliki nilai tawar tebusan yang lebih tinggi karena urgensi operasionalnya.
Kebutuhan Solusi Kebal Serangan Kian Mendesak
Untuk melindungi aset data di industri kritikal tersebut, Synology menawarkan solusi manajemen data yang telah digunakan di lebih dari 120 negara.
Di Indonesia, Synology fokus menyediakan solusi yang mencakup penyimpanan, produktivitas bisnis, perlindungan data, hingga pengawasan video (CCTV).
"Kami melihat kebutuhan akan solusi yang 'kebal' serangan semakin mendesak. Melalui ActiveProtect Appliance, kami memberikan kemudahan bagi organisasi besar untuk mengelola ribuan server cadangan dari berbagai lokasi hanya melalui satu dasbor pusat," Clara menjelaskan.
Kemudahan manajemen ini menjadi krusial bagi sektor-sektor seperti kesehatan atau manufaktur yang seringkali memiliki infrastruktur kompleks.
Perlindungan Data Adalah Harga Mati
Dengan sistem yang terpusat dan terisolasi melalui fitur AirGap serta Immutable Backup, risiko data cadangan ikut terinfeksi virus menjadi minimal.
Clara menutup pembicaraan dengan menekankan bahwa perlindungan data adalah investasi harga mati di era digital.
"Di tengah ancaman yang semakin canggih, organisasi membutuhkan solusi yang tidak mudah ditembus dan mampu memberikan pemulihan instan. Perlindungan data bukan hanya soal teknologi, tapi soal menjaga kelangsungan hidup layanan masyarakat," ia memungkaskan.