Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi, dibuka menguat 74,95 poin atau 0,98 persen ke posisi 7.750,90.
Dikutip dari Antara, Rabu (15/4/2026), kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,90 poin atau 1,03 persen ke posisi 772,22.
Advertisement
Prediksi IHSG Hari Ini
Sebelumnya, Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada perdagangan saham Rabu, (15/4/2026). Apa saja rekomendasi saham-nya?
IHSG melanjutkan kenaikan 2,34% menjadi 7.675 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat pada perdagangan Selasa, 14 April 2026.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A label hitam atau bagian dari wave B pada label merah. Ia menuturkan, hal itu akan membawa IHSG ke posisi 7.700-7.843 sekaligus menguji area resistance-nya.
“Cermati area koreksi terdekat yang berada di 7.587-7.639,” kata Herditya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.488,7.351 dan level resistance 7.700,7.861 pada Rabu pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support dan level resistance di 7.500-7.850.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT PAM Mineral Tbk (NICL), dan PT Timah Tbk (TINS)
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) - Spec Buy
Saham BBNI menguat 1,63% ke 3.740 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi BBNI saat ini berada pada bagian dari wave 4 dari wave (5),” ujar Herditya.
Spec Buy: 3.690-3.730
Target Price: 3.850, 3.950
Stoploss: below 3.660
2. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Buy on Weakness
Saham HRTA menguat 2,82% ke 2.550 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan MA60. “Kami memperkirakan, posisi HRTA sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” kata Herditya.
Buy on Weakness: 2.480-2.540
Target Price: 2.760, 2.900
Stoploss: below 2.450
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3. PT PAM Mineral Tbk (NICL) - Buy on Weakness
Saham NICL menguat 3,19% ke 970 dan masih disertai dengan volume pembelian yang meningkat. Herditya menuturkan, posisi NICL saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave A dari wave (B).
Buy on Weakness: 910-950
Target Price: 1.010, 1060
Stoploss: below 880
4. PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness
Saham TINS menguat 7,05% ke 3.950 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat. Saat ini, posisi TINS diperkirakan berada pada bagian dari wave C dari wave (B).
Buy on Weakness: 3.780-3.910
Target Price: 4.110, 4.260
Stoploss: below 3.670
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.