Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Tertekan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 14 April 2026, 12:45 WIB
Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Tertekan
Harga kedelai tercatat meningkat dari kisaran Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 11.200 per kilogram. Kenaikan ini terjadi seiring gejolak geopolitik global yang memengaruhi harga komoditas impor, termasuk kedelai yang menjadi bahan baku utama industri tahu dan tempe. Kondisi tersebut memberi tekanan bagi pelaku usaha, terutama produsen tahu tempe yang harus menanggung kenaikan biaya produksi di tengah permintaan pasar yang tetap tinggi. Sejumlah pengrajin menyesuaikan skala produksi agar tetap dapat bertahan. Data dari Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta menunjukkan harga kedelai di tingkat pengrajin berada pada kisaran Rp 10.500 hingga Rp11.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp8.000 hingga Rp 8.600 per kilogram. Sementara itu di tingkat pedagang pasar tradisional harga kedelai mencapai Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per kilogram, meningkat dari sebelumnya Rp 13.000 hingga Rp 18.000 per kilogram. Di sisi lain Badan Pangan Nasional memastikan pengawasan terhadap importir dan distributor kedelai terus dilakukan agar harga jual tetap mengacu pada Harga Acuan Penjualan serta menjaga stabilitas pasokan bagi konsumen.
Perajin menyelesaikan pembuatan tahu di Duren Tiga Jakarta Selatan, Selasa 14 April 2026, di tengah kenaikan harga kedelai yang berdampak pada biaya produksi. Harga kedelai tercatat meningkat dari kisaran Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 11.200 per kilogram. (merdeka.com/Arie Basuki)
Kenaikan ini terjadi seiring gejolak geopolitik global yang memengaruhi harga komoditas impor, termasuk kedelai yang menjadi bahan baku utama industri tahu dan tempe. Tampak dalam foto, perajin menyelesaikan pembuatan tahu di Duren Tiga Jakarta Selatan, Selasa 14 April 2026, di tengah kenaikan harga kedelai yang berdampak pada biaya produksi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Kondisi tersebut memberi tekanan bagi pelaku usaha, terutama produsen tahu tempe yang harus menanggung kenaikan biaya produksi di tengah permintaan pasar yang tetap tinggi. Tampak dalam foto, perajin menyelesaikan pembuatan tahu di Duren Tiga Jakarta Selatan, Selasa 14 April 2026, di tengah kenaikan harga kedelai yang berdampak pada biaya produksi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Sejumlah pengrajin menyesuaikan skala produksi agar tetap dapat bertahan. Tampak dalam foto, perajin menyelesaikan pembuatan tahu di Duren Tiga Jakarta Selatan, Selasa 14 April 2026, di tengah kenaikan harga kedelai yang berdampak pada biaya produksi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Data dari Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta menunjukkan harga kedelai di tingkat pengrajin berada pada kisaran Rp 10.500 hingga Rp 11.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 8.000 hingga Rp 8.600 per kilogram. Tampak dalam foto, perajin menyelesaikan pembuatan tahu di Duren Tiga Jakarta Selatan, Selasa 14 April 2026, di tengah kenaikan harga kedelai yang berdampak pada biaya produksi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Sementara itu, di tingkat pedagang pasar tradisional harga kedelai mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, meningkat dari sebelumnya Rp 13.000 hingga Rp 18.000 per kilogram. Tampak dalam foto, perajin menyelesaikan pembuatan tahu di Duren Tiga Jakarta Selatan, Selasa 14 April 2026, di tengah kenaikan harga kedelai yang berdampak pada biaya produksi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Di sisi lain Badan Pangan Nasional memastikan pengawasan terhadap importir dan distributor kedelai terus dilakukan agar harga jual tetap mengacu pada Harga Acuan Penjualan serta menjaga stabilitas pasokan bagi konsumen. Tampak dalam foto, perajin menyelesaikan pembuatan tahu di Duren Tiga Jakarta Selatan, Selasa 14 April 2026, di tengah kenaikan harga kedelai yang berdampak pada biaya produksi. (merdeka.com/Arie Basuki)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya