BI Prediksi Penjualan Eceran Meningkat hingga 6 Bulan Mendatang

Bank Indonesia (BI) menyebutkan penjualan eceran akan meningkat ke depan didorong sejumlah faktor ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 April 2026, 15:45 WIB
Bank Indonesia (BI) menyatakan kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan tetap tumbuh(Merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan tetap tumbuh. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 yang diperkirakan tumbuh sebesar 2,4% Year on Year (YoY).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso menuturkan, kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, kelompok makanan, minuman dan tembakau serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan tumbuh 9,3% (mtm), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 4,1% (mtm).

Ramdan menuturkan, peningkatan tersebut didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama kelompok peralatan informasi dan komunikasi, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, dan subkelompok sandang sejalan dengan peningkatan permintaan rumah tangga selama periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Lebaran 2026.

Selain itu, pada Februari 2026, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 6,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan IPR Januari 2026 sebesar 5,7% (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penjualan pada mayoritas kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dan Subkelompok Sandang.

“Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 tumbuh sebesar 4,1% (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada fase kontraksi sebesar 2,7% (mtm),” kata Ramdan.

Ramdan menuturkan, peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang sejalan dengan kenaikan permintaan masyarakat saat periode Ramadan.

 

 

Perkiraan Penjualan Eceran

Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 ke angka di bawah 5,1 persen, seiring dengan memburuknya situasi ekonomi global. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Responden memperkirakan penjualan eceran pada 3 dan 6 bulan yang akan datang meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Mei dan Agustus 2026 tercatat sebesar 147,2 dan 162,4, lebih tinggi dari 146,7 dan 149,1 pada April dan Juli 2026.

“Peningkatan IEP Mei 2026 didorong oleh meningkatnya kegiatan masyarakat pada sejumlah HKBN (Iduladha, Kenaikan Yesus Kristus dan Waisak), sementara peningkatan IEP Agustus 2026 didorong oleh event Hari Ulang Tahun Republik Indoensia (HUT RI) maupun tahun ajaran baru,”

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang yaitu Mei 2026, diperkirakan meningkat, sementara pada enam bulan yang akan datang yaitu Agustus 2026, diprakirakan relatif stabil. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 sebesar 157,4, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH April 2026 sebesar 153,9 seiring kenaikan harga bahan baku. Sementara itu, IEH Agustus 2026 diperkirakan sebesar 157,2, relatif stabil dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 157,1.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya