Diet Fad Adalah Pola Diet Instan: Kenali Bahaya, Jenis, dan Sejarahnya

Diet fad adalah pola diet instan tanpa bukti ilmiah. Kenali jenis, cara kerja, dan bahayanya bagi kesehatan tubuh sebelum mencoba.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 13 April 2026, 12:00 WIB
Diet fad menawarkan penurunan berat badan cepat, tapi berisiko. Kenali jenis dan bahaya diet instan tanpa dasar ilmiah sebelum mencoba. (Foto dibuat oleh AI)

Liputan6.com, Jakarta - Diet fad dikenal sebagai upaya penurunan berat badan secara cepat dan instan tapi tidak disertai bukti ilmiah. Dilihat dari sejarahnya, diet fad pertama kali dipopulerkan lewat diet cuka dan air dari penyair Inggris, Lord Byron pada tahun 1820.

Setelah itu muncul diet lain seperti diet tinggi protein rendah karbohidrat (diet Atkins, diet South Beach, Dukan), diet lemak sedang rendah karbohidrat (diet Jenny Craig), diet tinggi karbohidrat (diet Ornish), diet tinggi lemak rendah karbohidrat (diet keto), dan lain-lain.

Jenis diet fad sampai saat ini berkembang, tapi memiliki prinsip yang sama yaitu memusuhi jenis makanan tertentu dan menganjurkan beberapa jenis makanan sebagai andalan. Padahal tubuh memerlukan semua jenis makronutrien dalam porsi sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Contohnya pada diet keto, karbohidrat dihilangkan sedangkan bahan utama energi dialihkan ke zat keton yang terbentuk dari asam lemak. Pada kondisi ketosis otomatis tubuh akan membakar lemak sehingga berat badan seakan menurun drastis. Ketosis adalah ketika tubuh membakar lemak untuk mendapat energi. Namun, kondisi ketosis ini berbahaya bagi tubuh jika terjadi terus-menerus.

Di Indonesia, diet fad juga pernah menjadi tren dan kontroversial, misalnya diet DEBM dan diet aktris Tya Ariestya.

“Sebagai awam tentu saja masyarakat perlu lebih teliti lagi dalam menelaah diet mana yang akan diterapkan agar tidak membahayakan dalam jangka panjang. Setiap individu memiliki kondisi yang berbeda sehingga lebih aman jika sebelum diet melakukan konsultasi kepada ahli gizi sebagai tenaga profesional,” kata ahli gizi di Jogja International Hospital (JIH), Riyana Rochmawati, mengutip laman resmi pada Minggu (12/4/2026).

Mengenal Diet Fad

Istilah diet fad merujuk pada pengaturan pola makan yang menjanjikan penurunan berat badan secara instan dengan menghilangkan zat gizi tertentu tanpa disertai bukti ilmiah.

Menurut Riyana, banyak diet popular yang muncul di kalangan masyarakat yang menjanjikan penurunan berat badan secara singkat. Banyak masyarakat yang terkecoh mengikuti diet instan ini dengan cara membatasi porsi makanan secara ekstrem, tidak mengkonsumsi makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak sama sekali.

Misalnya, beberapa tahun silam ada diet yang dipelopori figur publik yang mengklaim sayur bisa meningkatkan berat badan. Pernyataan ini berlawanan dengan anjuran Kementerian Kesehatan dalam program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yang menganjurkan masyarakat untuk banyak mengkonsumsi sayur.

Sayur juga secara ilmiah terbukti mengandung antioksidan tinggi untuk mencegah kanker bahkan kandungan seratnya justru bisa membantu pengontrolan lemak di dalam tubuh.

“Munculnya diet popular merupakan kemajuan yang baik jika prinsipnya sudah diujikan secara ilmiah. Ketika diet hanya didasarkan pengalaman personal, maka tidak layak digunakan sebagai panduan umum karena setiap orang memiliki kondisi tubuh dan riwayat kesehatan yang berbeda-beda,” kata Riyana.

“Diet yang tidak memiliki bukti ilmiah, menghilangkan konsumsi zat gizi tertentu, dan menjanjikan penurunan berat badan secara instan disebut fad diet,” tambahnya.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), fad diet memiliki definisi diet untuk menurunkan berat badan yang menjanjikan hasil cepat dengan perubahan asupan gizi secara temporer.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya