OCBC Sekuritas: Pasar Saham Indonesia Berpeluang Bangkit, Tapi IHSG Tembus 10.000 Masih Berat

OCBC Sekuritas prediksi pasar saham pulih di kuartal III 2026 di tengah strategi buy and hold investor.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 12 April 2026, 06:00 WIB
Bos OCBC Sekuritas nilai tantangan IHSG masih besar, namun peluang rebound tetap terbuka. Simak juga profil emiten perdana yang melantai di BEI tahun 2026. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham Indonesia diprediksi akan mengalami pemulihan atau rebound pada kuartal III 2026, meskipun target menembus level 10.000 dinilai cukup menantang untuk dicapai tahun ini. Hal ini diungkap oleh Direktur Utama PT OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan.

Ia memperkirakan pasar saham Indonesia berpotensi mengalami pemulihan, meskipun target optimistis sebelumnya untuk menembus level 10.000 dinilai sulit tercapai dalam tahun ini. Menurut Betty, level IHSG yang saat ini berada di kisaran 7.200 masih menyisakan ruang kenaikan, dengan proyeksi rebound kemungkinan terjadi pada kuartal III 2026.

“Pasar akan rebound, tapi kalau sebelumnya di awal tahun kami yakin bisa pecah (ke level) 10.000. Hari ini kan sekitar 7.200 dan sebagainya. Jadi, mungkin untuk kepecah 10.000, kami agak belum percaya diri bisa sampai ke sana di tahun ini, tapi rebound kami proyeksikan mungkin di kuartal III," kata Betty saat ditemui di Gedung BEI, ditulis Sabtu (11/4/2026).

Di tengah kondisi pasar yang belum stabil, menurutnya investor terlihat lebih memilih strategi bertahan. Betty mengamati sebagian besar pelaku pasar mengadopsi pendekatan “buy and hold”, tanpa melakukan aksi beli maupun jual secara agresif.

Meski aktivitas perdagangan jangka pendek masih berlangsung, kekuatan pasar secara keseluruhan dinilai masih menghadapi tantangan yang cukup besar.

Oleh karena itu, pelaku pasar saat ini cenderung menunggu kejelasan arah, termasuk hasil evaluasi indeks MSCI yang diyakini dapat menjadi sentimen penting bagi pergerakan IHSG ke depan.

“Saat ini yang buy and hold itu ya, mereka tidak buy, tidak sell juga. Posisinya status quo. Kalau yang trading masih ada yang beli-jual-beli-jual-beli. Namun, market strength significantly, sangat menantang,” ujarnya.

 

WBSA IPO Pertama di Tahun 2026

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) perusahaan logistik terintegrasi yang berfokus pada layanan angkutan multimoda, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) perdana pada Jumat, (10/4/2026).

Di tengah dinamika dan ketidakpastian pasar modal yang sempat diwarnai gonjang-ganjing, PT BSA Logistik Indonesia Tbk (WBSA) justru membuka tahun 2026 dengan langkah berani. Perseroan resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten pertama tahun ini.

“Saya mengucapkan selamat atas pencatatan perdana saham PT BSA Logistik Indonesia TBK yang resmi. Ini menarik nih, menjadi perusahaan pencatatan yang pertama di 2026,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, momentum ini menjadi sinyal penting bahwa minat perusahaan untuk melantai di bursa tetap terjaga, sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia di tengah kondisi yang fluktuatif.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya