Update Campak, Kemenkes: Kasus Terus Turun, Tinggal 195

Begini perkembangan kasus campak di Indonesia pada minggu ke-13 2026 menurut Kemenkes.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 10 April 2026, 18:20 WIB
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni tentang campak. Foto: Kemenkes.

Liputan6.com, Jakarta - Situasi kasus campak di Indonesia mengalami penurunan dari minggu pertama hingga minggu ke-13 2026.

“Jika kita lihat pada minggu pertama, jumlah kasus campak 2.220 dan kita bandingkan pada minggu ke-13, itu sudah tinggal 195 kasus campak. Jadi, kita bisa lihat di sini bahwa bagaimana penurunan dari minggu per minggu,” kata Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Andi Saguni dalam temu media secara daring, Jumat (10/4/2026).

Dia menambahkan, penurunan kasus campak juga terlihat di 14 provinsi yang awalnya dilaporkan dengan kasus tertinggi.

“Kita bisa lihat di Aceh, pada minggu terakhir, minggu ke-13, sudah sangat sedikit kasusnya. Kemudian, Sumatera Utara juga sudah mengalami penurunan. Kemudian, Provinsi Sumatera Barat, yang mana pada akhir tahun 2025 dan kemudian di awal tahun 2026, kita bisa lihat di sini kasusnya tinggi, tetapi sampai dengan minggu ke-13 sudah terjadi penurunan,” jelas Andi.

Begitu pula di Provinsi Sumatera Selatan, kasus campak kian turun. Hal serupa juga terjadi di Jakarta dan Jawa Barat yang melaporkan kasus tinggi di awal tahun tapi di minggu ke-13 sudah mengalami penurunan.

Penurunan kasus beriringan dengan peningkatan upaya Outbreak Response Immunization alias ORI.

“Sampai tanggal kemarin, 9 April, kita bisa lihat di sini. Bagaimana kita betul-betul mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization. Dan pada minggu terakhir, kita lihat ORI-nya itu semakin meningkat.”

Vaksinasi Campak pada Tenaga Medis

Andi juga mengungkap rencana pelaksanaan kick-off imunisasi campak pada tenaga medis, tenaga kesehatan, dan mahasiswa kedokteran magang alias internship.

“Untuk imunisasi MR (measless-rubella) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, serta dokter internship. Kementerian Kesehatan senantiasa berupaya melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan karena merupakan kelompok yang sangat beresiko terhadap penularan campak,” jelas Andi.

“Kita turunkan atau kita tiadakan penularan campak melalui pemberian imunisasi campak atau MR. Imunisasi MR ini akan diberikan pada 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Serta 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia.”

Menurutnya, vaksinasi campak bagi tenaga medis telah dimulai hari ini.

“Pada hari ini, kita akan melaksanakan kick off imunisasi campak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit kementerian kesehatan dan RSUD di 14 provinsi dengan kasus campak terbanyak serta dokter internship di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ketentuan pemberiannya, apabila tenaga keshatan atau tenaga medis memiliki riwayat imunisasi campak 2 dosis, maka tidak perlu diberikan. Tetapi apabila memiliki riwayat imunisasi hanya 1 dosis, akan diberikan 1 dosis tambahan.

“Kemudian apabila belum memiliki riwayat imunisasi sama sekali, akan diberikan 2 dosis dengan interval minimal 28 hari, dan dosisnya adalah 0,5 ml di subkutan. Dan ini adalah pencanangan atau kick-off, mulai tanggal 10 April 2026,” ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya