Pasokan LPG Nasional Aman, Cadangan Tembus 10 Hari

Pemerintah pastikan pasokan LPG nasional aman dengan cadangan di atas 10 hari. Hal tersebut diungkap oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 10 April 2026, 17:00 WIB
PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga terus menyalurkan LPG 3 kg ke wilayah bencana banjir di Aceh. Dok Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kondisi pasokan LPG nasional saat ini telah kembali stabil setelah sempat mengalami tekanan. Menurut Bahlil, masa sulit terkait ketersediaan LPG telah terlewati sejak awal April 2026.

“Menyangkut LPG ini teman-teman media, saya menyampaikan bahwa masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4. Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari,” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Cadangan di atas 10 hari tersebut menjadi indikator penting dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga dan sektor usaha kecil yang bergantung pada LPG.

Pemerintah pun terus memantau kondisi distribusi dan stok agar tetap stabil di tengah dinamika pasar energi global.

 

Tambahan Pasokan LPG Segera Datang

Operasi pasar gas LPG 3 Kg Pertamina untuk masyarakat di Aceh Tamiang, Kamis (18/12/2025). Hal ini dilakukan guna mengamankan stok dan harga LPG 3 Kg di masyarakat. (Dok Pertamina)

Untuk memperkuat ketahanan pasokan, pemerintah juga memastikan akan ada tambahan suplai dalam waktu dekat.

Bahlil mengungkapkan bahwa kapal pengangkut LPG tambahan segera tiba untuk menambah cadangan nasional.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi kembali tekanan pasokan seperti yang sempat terjadi sebelumnya.

Dengan tambahan tersebut, pemerintah berharap distribusi LPG di berbagai wilayah dapat berjalan lebih lancar dan merata.

Selain itu, penguatan pasokan juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas energi di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

 

Fokus Pemerintah pada Stabilitas Energi Nasional

Di tengah upaya menjaga pasokan LPG, pemerintah juga masih melakukan kajian terkait penyesuaian harga energi, khususnya untuk bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

Namun, Bahlil menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan ketersediaan energi tetap aman bagi masyarakat.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah tidak lagi melakukan impor solar, sementara impor energi saat ini difokuskan pada bensin dengan kebutuhan sekitar 20 hingga 22 juta kiloliter.

Kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menata ulang strategi energi nasional, termasuk menjaga keseimbangan antara pasokan, kebutuhan, dan stabilitas harga.

Dengan kondisi pasokan LPG yang kembali aman, pemerintah optimistis ketahanan energi nasional dapat terus terjaga di tengah tantangan global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya