Liputan6.com, Madrid - Pemerintah Spanyol mengumumkan akan membuka kembali kedutaan besarnya di Teheran sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya perdamaian menyusul jeda perang Amerika Serikat (AS) versus Iran. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares pada Kamis (9/4/2026).
Albares mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan Duta Besar Spanyol untuk Iran Antonio Sanchez-Benedito untuk kembali ke Teheran dan melanjutkan operasi diplomatik. Sebagaimana dilaporkan oleh media El Pais, kedutaan ditutup sementara pada 7 Maret.
Advertisement
Saat tiba di Kongres Spanyol, Albares seperti dikutip dari laporan kantor berita Anadolu menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons terhadap situasi baru yang tercipta setelah tercapainya jeda perang Iran.
Ia mengungkapkan bahwa pada Rabu (8/4), dirinya telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk menyampaikan rencana pembukaan kembali kedutaan tersebut. Menurutnya, langkah ini menegaskan komitmen Madrid dalam mendukung upaya-upaya perdamaian.
Selain itu, Albares juga melakukan pembicaraan dengan sejumlah mitra regional, termasuk para menteri luar negeri dari Oman, Qatar, Bahrain, Kuwait, serta Lebanon.
Dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi, Albares menyatakan dukungan Spanyol terhadap Lebanon di tengah apa yang ia sebut sebagai serangan Israel yang brutal dan tanpa pandang bulu. Ia bahkan menyebut serangan tersebut sebagai aib bagi hati nurani seluruh umat manusia.
Menanggapi laporan dari Wall Street Journal yang menyebut bahwa AS mungkin mempertimbangkan untuk menutup pangkalan militernya di negara-negara yang tidak mendukung kebijakannya, termasuk Spanyol dan Jerman, Albares mengaku tidak memiliki informasi terkait hal tersebut.
Ia menambahkan bahwa komunikasi bilateral dengan Washington terkait penggunaan pangkalan udara Rota dan Moron masih terus berlangsung dan kedua fasilitas tersebut saat ini beroperasi sepenuhnya normal.
Sementara itu, Iran dan AS telah mengumumkan jeda perang selama dua pekan pada Selasa (7/4). Kesepakatan ini seharusnya dapat membuka jalan bagi perjanjian final untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan luka-luka.
Pengumuman tersebut disampaikan kurang dari dua jam sebelum batas waktu yang sebelumnya berulang kali diperpanjang oleh Presiden Donald Trump. Dalam ultimatumnya, Trump meminta Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menerima kesepakatan atau menghadapi ancaman kehancuran sebuah peradaban secara keseluruhan.