Liputan6.com, Jakarta - Pasar modal Indonesia akan kedatangan emiten baru pada 2026. PT BSA Logistics Indonesia Tbk akan mencatatkan saham perdana pada Jumat, (10/4/2026).Perseroan akan memakai kode saham WBSA untuk pencatatan saham di BEI.
Mengutip laman KSEI, PT BSA Logistics Indonesia Tbk melepas 1,8 miliar saham ke public dengan nilai nominal Rp 40 per saham dalam rangka penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp 168 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana Rp 302,40 miliar dari IPO.
Advertisement
Mengutip laman e-ipo, Perseroan akan memakai dana tersebut antara lain sekitar Rp 215 miliar untuk mengambilalih saham PT Bermuda Inovasi Logistik sebanyak 191.250 saham atau setara dengan 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan sektor penuh PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).
Sisa dana penawaran umum perdana saham akan dipakai perseroan sebagai modal kerja meliputi untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari, menjaga likuiditas usaha dan memperkuat kapasitas layanan logistik multimoda perseroan.
Untuk menggelar IPO ini, perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Semesta Indovest Sekuritas. Sedangkan penjamin emisi efek yakni PT Indo Capital Sekuritas.
Kinerja Keuangan
Hingga September 2025, perseroan mencatat pendapatan Rp 1,54 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,19 triliun. Sementara itu, laba periode tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 24,39 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,54 miliar. Total ekuitas tercatat Rp 330,23 miliar dan liabilitas sebesar Rp 826,77 miliar hingga 30 September 2025. Aset perseroan tercatat Rp 1,15 triliun hingga 30 September 2025. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 213,69 miliar.
Pemegang Saham Setelah IPO
Setelah IPO, perseroan akan membayarkan dividen kepada pemegang saham perseroan dengan rasio maksimal 10% dari laba bersih tahun buku yang bersangkutan dimulai tahun buku 2027. Pembagian dividen itu tidak mengabaikan tingkat kesehatan perseroan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan anggaran dasar perseroan.
Setelah IPO, pemegang saham perseroan antara lain Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd (TBK) sebesar 79,01%, dan PT Permata Gandania Indah (PGI) sebesar 0,24% dan masyarakat sebesar 20,75%.
Indikasi jadwal:
- Masa penawaran awal pada 25-27 Maret 2026
- Tanggal efektif pada 30 Maret 2026
- Masa penawaran umum perdana saham pada 1-8 April 2026
- Tanggal penjatahan pada 8 April 2026
- Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 9 April 2026
- Tanggal pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026
Penutupan IHSG pada 9 April 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada perdagangan saham Kamis, (9/4/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun dan mayoritas sektor saham menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,39% menjadi 7.307,58. Indeks saham LQ45 menguat 0,04% menjadi 733,90. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.308,57 dan level terendah 7.191,59. Sebanyak 374 saham melemah sehingga bebani IHSG. 278 saham menguat dan 164 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.242.173 kali dengan volume perdagangan saham 29 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.063.
Sektor saham bervariasi pada Kamis pekan ini. Sektor saham consumer siklikal naik 1,99%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 1,82%, sektor saham infrastruktur menanjak 0,58%.
Sementara itu, sektor saham basic meroket 0,28%, sektor saham teknologi mendaki 0,17%, sektor saham infrastruktur bertambah 0,58% dan sektor saham transportasi naik tipis 0,01%.