Merger BUMN Karya jadi 3 Perusahaan Bakal Rampung Akhir 2026?

Langkah merger BUMN Karya dari tujuh perusahaan menjadi tiga perusahaan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan BUMN.

oleh Agustina MelaniImmanuel ChristianDiterbitkan 09 April 2026, 16:00 WIB
Entitas pengelola BUMN Danantara akan melakukan konsolidasi besar-besaran terhadap perusahaan pelat merah di sektor konstruksi atau BUMN Karya. (Liputan6.com/Tian)

Liputan6.com, Jakarta - Entitas pengelola BUMN Danantara akan melakukan konsolidasi besar-besaran terhadap perusahaan pelat merah di sektor konstruksi atau BUMN Karya. Ditargetkan konsolidasi perusahaan dari tujuh perusahaan menjadi tiga entitas melalui skema merger rampung akhir 2026.

Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Agung Budi Waskito, menuturkan, langkah itu merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan BUMN.

“Kita semua tahu bahwa Danantara mempunyai keinginan untuk mengecilkan jumlah BUMN menjadi lebih sedikit agar lebih efisien dan efektif,” tutur Agung di Kantor Harbour Road II, Jakarta Utara, Senin, 6 April 2026, dikutip Kamis, (9/4/2026).

Rencana merger meski sudah disiapkan, Agung menuturkan, langkah tersebut belum menjadi prioritas utama dalam jangka pendek. Pemerintah dan para pemangku kepentingan saat ini lebih fokus pada penyehatan kondisi keuangan BUMN karya.

“Fokus di 2025–2026 ini adalah penyehatan seluruh BUMN karya terlebih dahulu, termasuk kemungkinan restrukturisasi keuangan,” ujar dia.

Selain itu, perbaikan tata kelola perusahaan juga menjadi perhatian penting. Transparansi dan kualitas pelaporan keuangan dinilai harus ditingkatkan sebelum proses konsolidasi dilakukan.

“Yang kedua adalah bagaimana pelaporan bisa lebih transparan dan lebih baik dibanding sebelumnya,” kata dia.

Setelah proses penyehatan keuangan dan pembenahan tata kelola dinilai memadai, pemerintah baru akan melanjutkan ke tahap merger.

Langkah konsolidasi ini diharapkan mampu menciptakan BUMN karya yang lebih kuat, efisien, dan kompetitif, baik di dalam negeri maupun di pasar global.

Agung yakin rencana tersebut dapat berjalan sesuai target dan selesai pada akhir 2026.

 

Restrukturisasi BUMN Karya Hampir Final

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria saat ditemui di Kawasan Senen, Minggu, (29/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sebelumnya, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menegaskan proses restrukturisasi BUMN Karya hampir final, selanjutnya masuk fase konsolidasi dalam tiga core utama, yakni konstruksi di area building, infrastruktur dan engineering procurement and construction (EPC).

Ia menjelaskan restrukturisasi akan dimulai pada perbaikan fundamental perusahaan, terutama lewat impairment laporan keuangan.

"Mereka (BUMN Karya) kan saat ini sudah melakukan restrukturisasi, sudah hampir final. Kita sudah lakukan impairment juga terhadap bolong-bolong bukunya. Kemudian restrukturisasi terhadap hutang-hutangnya. Setelah ini mereka masuk ke fase konsolidasi," ujar Dony dikutip dari Antara, Selasa (17/3/2026).

Dony memaparkan setelah menjalani perbaikan fundamental perusahaan, maka tahap selanjutnya adalah konsolidasi. Hal ini dilakukan dengan melihat kompetensi dari masing-masing BUMN dengan tiga core bisnis utama yang dicanangkan.

Ia optimistis perbaikan fundamental dan konsolidasi akan membuatkan masa depan BUMN Karya semakin cerah, terutama dalam hal tata kelola perusahaannya.

Ia menegaskan BUMN Karya melangkah menuju konsolidasi dengan semangat transparansi dan BUMN, terbuka untuk diawasi.

"Kalau ada yang tidak baik, tidak benar, langsung diangkat saja. Tidak apa-apa. Kan itu bentuk daripada kontrol terhadap BUMN-BUMN yang memang milik rakyat," ujar Dony. 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya