QJMOTOR Indonesia Siap Tingkatkan Komponen Lokal dan Penuhi Standar Global

QJMotor Manufacture Indonesia menerima kunjungan kerja Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebagai bagian dari peninjauan kesiapan in

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 09 April 2026, 14:08 WIB
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Pertaunan Dulay meninjau fasilitas perakitan QJMotor Manufacture Indonesia. (ist)

Liputan6.com, Jakarta - QJMotor Manufacture Indonesia menerima kunjungan kerja Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebagai bagian dari peninjauan kesiapan investasi serta arah pengembangan industri otomotif nasional.

Kunjungan ini menjadi forum strategis antara regulator dan pelaku industri dalam membahas sejumlah isu krusial. Mulai dari peningkatan nilai investasi, penguatan industri dalam negeri, hingga penerapan standar manufaktur berdaya saing global.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Pertaunan Dulay, menegaskan pentingnya penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai fondasi utama dalam membangun industri otomotif nasional yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kami mendorong agar setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap,” ujar Saleh dalam kunjungannya.

Menanggapi hal tersebut, pihak QJMotor Manufacture Indonesia menegaskan bahwa strategi peningkatan TKDN telah menjadi bagian dari roadmap perusahaan.

Implementasi akan dilakukan secara bertahap, seiring dengan penguatan kapasitas produksi serta pengembangan rantai pasok lokal. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kemandirian industri otomotif nasional.

Tak hanya itu, perusahaan juga menonjolkan kekuatan teknologi manufakturnya. Fasilitas produksi telah didukung sistem modern dengan rekayasa presisi serta standar pengendalian kualitas global.

Pabrik ini mengintegrasikan proses otomasi terkini dengan protokol quality assurance yang ketat, guna memastikan konsistensi dan efisiensi di seluruh lini produksi. Dukungan transfer teknologi berkelanjutan dari jaringan global QJMOTOR juga menjadi nilai tambah.

Komitmen investasi jangka panjang turut diperkuat melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Hal ini dilakukan melalui strategi transfer knowledge antara pusat QJMOTOR di China dengan talenta lokal di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Bintang selaku Factory Division Head QJMotor Manufacture Indonesia.

Dengan langkah tersebut, perusahaan berharap dapat menciptakan ekosistem industri otomotif yang berkelanjutan dan kompetitif.

 

Pentingnya Penerapan SNI

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam seluruh proses manufaktur.

Menurutnya, standar tersebut tidak hanya bersifat regulatif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas industri nasional serta perlindungan konsumen.

“Standar seperti SNI bukan hanya regulasi, tetapi merupakan instrumen penting untuk menjaga kualitas industri nasional agar mampu meningkatkan kualitas industri dalam negeri,” jelas Evita.

Menanggapi hal ini, QJMotor Indonesia menyatakan komitmennya untuk memastikan seluruh proses produksi memenuhi standar yang berlaku, termasuk SNI, demi menjaga kualitas dan kepercayaan pasar.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia turut menegaskan dukungannya terhadap pertumbuhan industri otomotif nasional.

Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin, Setia Diarta, menyatakan pihaknya akan terus mengawal perkembangan industri agar sejalan dengan harapan pemerintah, termasuk dalam penerapan TKDN dan SNI.

Kunjungan ini sekaligus mempertegas posisi QJMOTOR Indonesia sebagai salah satu basis strategis dalam pengembangan industri sepeda motor di kawasan Asia Tenggara.

Dengan dukungan pemerintah serta sinergi lintas sektor, perusahaan optimistis dapat mempercepat realisasi investasi sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya