AC Milan dan Formasi 4-3-3: Ini Kebutuhan Utama untuk Perubahan

AC Milan membuka peluang beralih ke formasi 4-3-3. Simak faktor kunci yang dibutuhkan untuk perubahan taktik musim ini.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 08 April 2026, 12:40 WIB
Pemain AC Milan, Luka Modric, berjabat tangan dengan pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, usai ditarik keluar pada laga Liga Italia antara AC Milan vs Verona di Milan, Italia, Minggu, 28 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan kembali menghidupkan wacana perubahan formasi ke 4-3-3 di sisa musim ini. Ide tersebut belum benar-benar diterapkan secara penuh, tapi sudah beberapa kali dicoba dalam situasi tertentu.

Langkah ini berkaitan dengan upaya meningkatkan efektivitas serangan yang sempat menurun dalam beberapa pertandingan terakhir. Perubahan sistem dinilai bisa memberi variasi baru dalam permainan tim.

Pelatih Massimiliano Allegri sebenarnya sudah memulai musim dengan skema 4-3-3. Namun, ia segera beralih ke 3-5-2 setelah kekalahan awal dari Cremonese yang memicu perubahan pendekatan.


Performa dan Fleksibilitas Taktik

Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri berbicara dengan Alexis Saelemaekers saat laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Inter Milan di Milan, Italia, Minggu, 8 Maret 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Setelah pergantian formasi, AC Milan sempat mencatat tren positif dalam sejumlah laga. Konsistensi itu membuat Allegri enggan melakukan perubahan besar meski performa perlahan menurun.

Dalam beberapa momen, permainan tim terlihat kehilangan intensitas dan kecepatan. Hal ini memunculkan dorongan agar AC Milan kembali mencoba sistem yang lebih ofensif.

Allegri tidak sepenuhnya menutup opsi tersebut dalam pertandingan berjalan. Ia bahkan beberapa kali mengubah pendekatan menjadi 4-3-3 ketika situasi memungkinkan dan hasilnya cenderung lebih baik.

Namun, perubahan itu belum bisa dijadikan strategi utama sejak menit awal. Keterbatasan kondisi pemain menjadi alasan utama yang masih menghambat realisasi penuh.


Kunci Perubahan Ada di Sektor Sayap

Pemain berkebangsaan Portugal tersebut juga menolak dipeluk oleh pelatih Massimiliano Allegri ketika meninggalkan lapangan pertandingan. (AFP/Alberto Pizzoli)

Menurut Allegri, penerapan 4-3-3 sangat bergantung pada kesiapan pemain di sisi sayap. Ia menilai pemain luar harus berada dalam kondisi optimal untuk mendukung sistem tersebut.

“Ini adalah solusi yang bisa kita lihat sejak menit pertama, tetapi selalu bergantung pada kondisi. Pemain sayap harus dalam kondisi baik. Sayangnya, Rafa memulai musim dengan sangat baik, lalu mengalami serangkaian cedera yang memengaruhinya.”

Pernyataan itu merujuk pada Rafael Leao yang sempat tampil impresif sebelum diganggu cedera. Absennya performa maksimal dari pemain sayap membuat opsi 4-3-3 belum stabil untuk dijalankan.

Situasi ini mengindikasikan bahwa fokus transfer AC Milan bisa bergeser ke sektor sayap. Penambahan kualitas di area tersebut dianggap sebagai solusi paling realistis untuk mendukung perubahan formasi.

Jika kebutuhan ini terpenuhi, peluang AC Milan untuk beralih secara permanen ke 4-3-3 akan semakin terbuka. Sistem tersebut diyakini mampu mengembalikan ketajaman serangan sekaligus menjaga keseimbangan tim.

Sumber: Sempre Milan


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya