XRP Pimpin Lonjakan Kripto Pekan Ini, Catat Rekor Tertinggi Sejak Desember 2025

XRP mencatat lonjakan terbesar sejak Desember 2025 dengan aliran dana USD 119,6 juta. Ini sinyal baru di pasar kripto.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 08 April 2026, 16:00 WIB
Ilustrasi kripto XRP. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Aset kripto XRP menjadi sorotan utama setelah mencatat lonjakan mingguan terbesar sejak Desember 2025. Produk investasi aset digital berbasis XRP berhasil menarik arus dana sebesar USD 119,6 juta dalam sepekan.

Dikutip cair Coinmarketcap, Rabu (8/4/2026), capaian ini menjadi yang tertinggi sejak akhir 2025 dan mendorong total investasi sepanjang tahun (year-to-date) menjadi USD 159 juta, atau sekitar 7% dari total aset yang dikelola.

Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap XRP, di tengah dinamika pasar kripto yang masih berfluktuasi.

Di sisi lain, Bitcoin mencatat arus masuk sebesar USD 107,3 juta, memberikan sedikit pemulihan setelah awal April yang lemah. Namun, secara bulanan, Bitcoin masih mencatat arus keluar bersih sebesar USD 145 juta.

Sentimen pasar pun dinilai masih terbelah. Hal ini terlihat dari masuknya dana sebesar USD 16 juta ke produk short-bitcoin, yang menjadi level tertinggi sejak pertengahan November 2025.

Sementara itu, Solana terus menunjukkan performa stabil dengan tambahan dana USD 34,9 juta dalam sepekan. Total tahunannya kini mencapai 10% dari aset yang dikelola.

Berbeda dengan itu, Ethereum justru mengalami tekanan. Investor menarik dana sebesar USD 52,8 juta, dipicu sentimen negatif terkait perkembangan regulasi Clarity Act.

Secara keseluruhan, produk investasi kripto mencatat pemulihan moderat dengan tambahan dana USD 224 juta dalam sepekan, menurut laporan terbaru CoinShares.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Ketegangan Geopolitik dan Ekonomi Jadi Penentu Arah

Ilustrasi kripto XRP. (Foto by AI)

Secara global, ketegangan geopolitik di sekitar Iran serta tekanan di Selat Hormuz turut memengaruhi ekspektasi pelonggaran kebijakan ekonomi. Kondisi ini membuat pergerakan Bitcoin cenderung terbatas dalam kisaran tertentu.

Analis dari Bitunix menjelaskan:“Penembusan yang konsisten di atas level ini diperlukan untuk menandakan kembalinya minat risiko. Di sisi bawah, kisaran 66.000–65.000 menjadi area pertahanan jangka pendek. Jika tembus, bisa memicu aksi jual berantai.”

Mereka juga menambahkan bahwa pengujian berulang pada batas atas tanpa kelanjutan tren menunjukkan investor masih berhati-hati di tengah ketidakpastian global.

Dari sisi regional, Swiss menjadi pusat aktivitas terbesar dengan aliran dana USD 157,5 juta, diikuti Jerman dan Kanada. Amerika Serikat mencatat USD 27,5 juta, sementara Brasil mencatat USD 2 juta.

Sebaliknya, Belanda dan Swedia justru mengalami arus keluar dana.

Kesimpulannya, meski XRP mencatat lonjakan signifikan, pasar kripto secara keseluruhan masih dibayangi ketidakpastian. Investor pun cenderung menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum mengambil posisi besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya