Liputan6.com, Jakarta - Universitas Jayabaya resmi mengangkat Ustaz Das'ad Latif sebagai dosen luar biasa pada Fakultas Ilmu Komunikasi.
Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus menghadirkan praktisi sekaligus akademisi yang memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu komunikasi berbasis nilai keislaman.
Advertisement
Ketua Yayasan Universitas Jayabaya, Moestar Putrajaya, mengatakan kehadiran Das’ad Latif diharapkan mampu memperkuat kualitas akademik sekaligus memberikan perspektif baru dalam bidang komunikasi.
“Beliau bukan hanya akademisi, tetapi juga praktisi dakwah yang mampu menghubungkan teori komunikasi dengan realitas di masyarakat. Ini yang sangat dibutuhkan mahasiswa saat ini,” ujar Moestar.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan komunikasi di era digital yang semakin kompleks.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga memiliki nilai, etika, dan kemampuan komunikasi yang berdampak,” lanjutnya.
Dalam rangkaian pengangkatan tersebut, Das’ad Latif juga menyampaikan kuliah umum bertajuk Peranan Ilmu Komunikasi dalam Dakwah Bil Haq. Ia menegaskan bahwa komunikasi merupakan elemen fundamental dalam kehidupan manusia sekaligus instrumen utama dalam dakwah.
“Komunikasi itu bukan sekadar menyampaikan pesan, tetapi bagaimana pesan itu dipahami dan memberi dampak kepada audiens,” ujar Das’ad Latif.
Soroti Karakter Komunikasi di Era Digital
Mengacu pada model komunikasi Harold Lasswell, ia menjelaskan pentingnya memahami unsur komunikator, pesan, media, audiens, dan efek sebagai satu kesatuan dalam proses komunikasi, terutama dalam praktik dakwah modern berbasis digital.
Ia juga menyoroti karakter komunikasi di era digital yang cepat, interaktif, dan berbasis multimedia. Menurutnya, para dai perlu beradaptasi agar pesan tetap efektif, khususnya bagi generasi muda.
“Di era digital, dakwah harus memahami audiens. Pesan yang baik adalah pesan yang disesuaikan dengan siapa yang mendengarkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Das’ad Latif mengingatkan pentingnya adab dalam berkomunikasi. Ia menilai ilmu yang tidak disertai nilai dapat berdampak negatif.
“Ilmu tanpa adab jadinya seperti api yang membakar,” ungkapnya.
Ia menegaskan, tujuan utama komunikasi dalam dakwah adalah menghadirkan kemaslahatan bagi umat, sehingga setiap pesan harus berorientasi pada kebaikan, kebenaran, dan kesabaran.