Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengamini kenaikan harga plastik yang terjadi. Bahkan, ada pihak yang batal membeli gabah petani imbas kekurangan karung.
Dia mengatakan, harga plastik saat ini naik imbas dari perang antara Amerika Serikat (AS) - Israel melawan Iran. Ini jadi salah satu dampak yang dirasakan hingga Indonesia.
Advertisement
"Ya, memang ada beberapa saya akui dampak itu terasa, ya misalnya sekarang plastik. Plastik itu luar biasa naiknya," ujar Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Bahkan, Zulkifli mengaku dapat laporan kalau ada pihak yang kesulitan membeli gabah imbas tidak adanya karung berbahan plastik. Meskipun, dia tidak merinci lebih jauh mengenai aduan tersebut.
"Tadi ada yang mengadu kepada saya dari Kalimantan Barat mau beli gabah karungnya enggak ada, karena karungnya dari plastik ya. Jadi memang ada dampak, plastik itu ada kesulitan," ujarnya.
Dia turut mengamini ada kesulitan pasokan bahan baku plastik ke Tanah Air imbas proses distribusi yang lebih lama dan ongkos yang lebih mahal.
"Misalnya, ya, kan sekarang ini transportasi laut itu berputar ya tentu ongkos naik ya, karena misalnya 20 hari, sekarang bisa 60 hari ya, yang tadinya 30 hari sekarang 60 hari lagi, ya," kata dia.
Pastikan Harga dan Pasokan Pangan Aman
Walaupun harga plastik naik, Zulkifli memastikan harga dan pasokan pangan tetap aman saat ini. Apalagi, sektor pangan telah menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau pangan aman kita, walaupun ada masalah di internasional, geopolitik ada peperangan, tapi soal makan aman, stok beras melimpah," ucapnya.
Dia menuturkan, hal ini jadi peran pemerintah yang berhasil melakukan antisipasi. "Karena antisipasi yang tepat tadi. Jadi, saudara-saudara, kita syukuri, saya sampaikan kepada teman-teman keadaan kita jauh lebih baik dibanding negara-negara lain yang kurang siap, tentu ada dampak, ada," kata dia.
Harga Plastik Melambung
Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan pemerintah saat ini tengah membahas langkah mitigasi atas kenaikan harga plastik, yang dipicu oleh lonjakan biaya bahan baku akibat ketidakpastian pasokan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.
Ia menegaskan, kondisi tersebut telah berdampak pada pelaku UMKM, sehingga pemerintah menyiapkan langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah.
Saat ditemui di Kantor Kementerian UMKM, Maman mengakui bahwa sejumlah pelaku UMKM telah menyampaikan keluhan terkait naiknya harga plastik untuk kemasan produk.
"Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik … Tapi kami akan siapkan mitigasinya,” kata Maman, dikutip dari Antara, Selasa (7/4/2026).
Ia mengatakan, Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menentukan langkah yang tepat dalam mengatasi dampak kenaikan bahan baku plastik.
Naik 80 Persen
Terkait detail langkah yang akan diambil, Maman menilai masih terlalu dini untuk dijelaskan sebelum pembahasan teknis selesai.
Harga plastik di dalam negeri dilaporkan melonjak 30-80 persen menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel, dan Iran. Gejolak tersebut mengganggu pasokan bahan baku utama plastik dan mendorong kenaikan harga di pasar domestik.
Gangguan distribusi nafta, yakni turunan minyak bumi, serta lonjakan harga minyak global disebut sebagai pemicu utama kenaikan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku UMKM yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan produk.