Sempat Sentuh Level 7.000, IHSG Langsung Tergelincir ke Zona Merah Pagi Ini

Gerak IHSG terpantau fluktuatif pada pembukaan sesi Selasa (7/4/2026). Sempat dibuka menguat di posisi 7.001, IHSG justru berbalik arah melemah ke level 6.955.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 07 April 2026, 09:35 WIB
Nilai transaksi hingga akhir perdagangan pada Selasa (8/4/2025) mencapai Rp 20,41 triliun dengan melibatkan 22,65 miliar saham dalam 1,43 juta kali transaksi. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada awal sesi perdagangan saham selasa, (7/4/2026). Namun tak lama kemudian IHSG koreksi dan harus masuk zona merah.

Mengutip data RTI, pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka di angka 7.001,27 dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka 6.989,42.

Pada pukul 09.25 WIB, IHSG mengalami tekanan. Indeks saham turun tipis 0,49% ke posisi 6.955,10. Indeks saham LQ45 turun tipis 0,92% ke posisi 701,16. Sebagian besar indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.015,89 dan level terendah 6.945,71.

Sebanyak 253 saham menguat tetapi tak mampu mengangkat IHSG. Selain itu, 295 saham melemah dan 168 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 347.219 kali dengan volume perdagangan saham 5,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,1 triliun.

Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.039.

Sebagian besar sektor saham terbakar. Hanya ada satu sektoer yang menghijau yaitu sektor keuangan yang naik tipis 0,15%. Sedangkan sektor industri pengalami tekanan paling dalam dengan melemah 1,65%.

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 7 April 2026

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham, Selasa, (7/4/2026). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 6.917-7.302.

IHSG melanjutkan koreksi 0,53% ke 6.989 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat pada perdagangan saham Senin, 6 April 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada  label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.849.

"Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.323-7.450,” ujar dia dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.917,6.846 dan level resistance 7.207,7.302.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.920-7.240.

Rekomendasi Saham

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Spec Buy

Saham BKSL bergerak flat ke 108 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun belum mampu menembus MA20. “Kami perkirakan, posisi BKSL saat ini berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C),” ujar Herditya.

Spec Buy: 104-107

Target Price: 113, 119

Stoploss: below 103

 

2.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness

Saham BRPT menguat 5,08% ke 1.345 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi BRPT saat ini berada di akhir wave 5 dari wave (C) dari wave [B],” kata Herditya.

Buy on Weakness: 1.160-1.255

Target Price: 1.610, 1.890

Stoploss: below 1.080

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya