Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 25,22 poin atau 0,36 persen ke posisi 7.001,56 pada Senin 6 April 2026, pagi.
Dikutip dari Antara, Senin (6/4/2026), kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,05 poin atau 0,43 persen ke posisi 711,53.
Advertisement
Sesuai Prediksi
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, (6/4/2026). IHSG hari ini berpeluang ke 6.745-6.849. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melemah 2,19% ke 7.926 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Kamis, 2 April 2026.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan koreksi ke area 6.745-6.849.
“Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.675,” kata dia dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG hari ini akan berada di level support 7.022,6.917 dan level resistance 7.302,7.434 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan resistance 7.000-7.240.
Sementara itu, pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, pada pekan ini, IHSG berpotensi bergerak sideways dengan volatilitas tinggi. Ia mengatakan, sentimen global tetap menjadi penentu utama, salah satunya review FTSE pada 7 April 2026 mengenai rating Indonesia menjadi frontier atau tetap emerging market patut diperhatikan, tetapi upaya regulator meningkatkan transparasi apsar mulai memberikan dukungan kepercayaan.
“Meski valuasi sudah lebih menarik pasca koreksi, kenaikan cenderung terbatas dan bersifat teknikal, dengan level 7.000 menjadi support krusial dan potensi rebound belum mencerminkan awal tren bullish yang kuat,” kata dia.
Rekomendasi Saham
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) - Spec Buy
Saham IMPC terkoreksi 1,75% ke 2.240 tetapi masih disertai dengan munculnya volume pembelian meskipun cenderung menurun. “Kami memperkirakan, posisi IMPC saat ini berada pada bagian dari wave C dari wave (B),” kata Herditya.
Spec Buy: 2.130-2.200
Target Price: 2.430, 2.580
Stoploss: below 2.010
2. PT Indika Energy Tbk (INDY) - Buy on Weakness
INDY menguat 2,40% ke 3.410 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA60. “Kami memperkirakan, posisi INDY saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (A),” ujar dia.
Buy on Weakness: 3.280-3.390
Target Price: 3.550, 3.710
Stoploss: below 3.220
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) - Buy on Weakness
Saham VKTR terkoreksi 4,91% ke 775 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, namun koreksinya masih tertahan oleh MA20. “Saat ini, posisi VKTR diperkirakan berada pada bagian awal dari wave [iii] dari wave C dari wave (B),” kata Herditya.
Buy on Weakness: 715-765
Target Price: 860, 920
Stoploss: below 685
4. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) - Spec Buy
Saham WIFI terkoreksi 5,75% ke 2.130 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, koreksi dari WIFI pun menembus MA20. “Saat ini kami perkirakan, posisi pergerakan WIFI berada pada bagian wave C dari wave (B),” kata dia.
Spec Buy: 2.040-2.120
Target Price: 2.420, 2.700
Stoploss: below 1.975
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.