Daftar Negara yang Gratiskan Transportasi Umum di Tengah Lonjakan Harga BBM

Kenaikan harga BBM global memicu sejumlah negara gratiskan transportasi umum.

oleh Septian DenyDiterbitkan 06 April 2026, 21:00 WIB
Sebuah jalan di Melbourne, Australia (3/8/2020). Negara Bagian Victoria mengeluarkan Status Darurat Bencana, sementara ibu kotanya, Melbourne memasuki pembatasan Tahap 4 dengan aturan yang lebih ketat sebagai upaya untuk membatasi pergerakan masyarakat dan penyebaran COVID-19. (Xinhua/Bai Xue)

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena global kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) telah memicu respons beragam dari berbagai negara. Untuk meringankan beban masyarakat, sejumlah pemerintah mengambil kebijakan drastis dengan menggratiskan atau memberikan diskon signifikan pada transportasi umum. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan menekan biaya hidup warga.

Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga untuk mendorong transisi ke moda transportasi yang lebih berkelanjutan. Dari Australia hingga Pakistan dan beberapa negara Eropa, inisiatif ini menunjukkan upaya kolektif dalam menghadapi tantangan ekonomi dan energi. Keputusan ini sering kali didasari oleh lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik geopolitik atau krisis energi global.

Artikel ini akan mengulas daftar negara yang telah menerapkan kebijakan transportasi umum gratis atau sangat diskon sebagai respons terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Fokus akan diberikan pada durasi kebijakan dan alasan di balik implementasinya, memberikan gambaran lengkap mengenai upaya global dalam mengatasi dampak fluktuasi harga energi.

Negara yang Menggratiskan Transportasi Umum Akibat Kenaikan Harga BBM

Tourism Australia x Visit Victoria ingin memperkenalkan keseruan kota Melbourne dengan lebih dalam sebagai destinasi wisata di segala musim untuk keluarga. / Foto Adinda Tri Wardhani - Fimela.com.

Dua negara bagian di Australia, Victoria dan Tasmania, menggratiskan transportasi umum pada periode tertentu di tahun 2026. Di Victoria, layanan kereta api, trem, dan bus digratiskan sepanjang bulan April 2026 sebagai respons atas lonjakan harga BBM yang dipicu konflik di Timur Tengah. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik guna menghemat konsumsi bahan bakar.

Sementara itu, di Tasmania, bus, kereta, dan feri dapat dinikmati secara gratis dari 30 Maret 2026 hingga akhir Juni 2026, termasuk bus sekolah berbayar yang juga digratiskan. Pemerintah Australia juga telah memangkas pajak penjualan bahan bakar untuk meringankan beban pengemudi.

Pemerintah Pakistan juga mengambil langkah serupa dengan menggratiskan transportasi umum di ibu kota Islamabad dan provinsi Punjab. Kebijakan ini berlaku selama satu bulan penuh, dimulai pada 4 April 2026. Langkah ini diambil setelah pemerintah menaikkan harga BBM secara drastis akibat konflik di Timur Tengah dan lonjakan harga energi global.

 

Negara yang Pernah Gratiskan Transportasi Umum

Kolam renang apung di Berlin undang rasa penasaran wisatawan asing.

Spanyol pernah memperkenalkan perjalanan kereta api gratis untuk tiket multi-perjalanan di layanan komuter (Cercanías, Rodalies) dan jarak menengah (Media Distancia) yang dioperasikan oleh Renfe. Skema ini bertujuan untuk membantu komuter mengatasi inflasi dan kenaikan biaya bahan bakar, serta mendorong penggunaan angkutan umum.

Jerman juga pernah meluncurkan "Tiket 9 Euro" yang memungkinkan perjalanan tak terbatas di transportasi lokal dan regional di seluruh negeri dengan biaya 9 euro per bulan. Inisiatif ini merupakan langkah darurat untuk mengurangi penggunaan energi di tengah krisis energi global 2021-2022 dan meringankan beban biaya hidup. Tiket ini berlaku selama tiga bulan, dari Juni hingga akhir Agustus 2022, sehingga sudah tidak berlaku lagi.

Sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak, pemerintah Selandia Baru memangkas tarif transportasi umum hingga setengahnya. Kebijakan ini mulai berlaku pada Maret 2022.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya