Tak Cuma Indonesia, Deretan Negara Ini Terapkan WFH Demi Hemat Energi

Indonesia telah menerapkan skema Work From Home (WFH) sehari dalam sepekan kepada aparatur sipil negara (ASN) serta imbauan serupa untuk pegawai swasta.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 04 April 2026, 20:00 WIB
Orang-orang menyeberang jalan dengan latar belakang gedung perkantoran di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (16/12/2020). Pemprov DKI Jakarta akan mengikuti arahan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 Luhut Binsar Pandjaitan terkait pengetatan work from home (WFH). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia telah menerapkan skema Work From Home (WFH) sehari dalam sepekan kepada aparatur sipil negara (ASN), dan mengimbau kebijakan serupa untuk swasta, guna menghemat pemakaian energi imbas kemelut di Timur Tengah.

Tak hanya Indonesia, beberapa negara ASEAN lain semisal Malaysia, Thailand, Vietnam, hingga Filipina juga berinisiatif untuk mendorong kebijakan bekerja dari rumah.

Dikutip dari artikel kanal Global Liputan6.com, Malaysia memperkenalkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai 15 April bagi ASN di lingkungan kementerian/lembaga pemerintah serta pegawai badan hukum dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menghemat energi di tengah perang Iran.

"Kabinet telah menyetujui kebijakan kerja dari rumah. Ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi tetap stabil," kata Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim seperti dikutip dari The Straits Times.

Pemerintah Malaysia sangat mengandalkan kebijakan subsidi untuk menjaga harga bahan bakar tetap murah bagi masyarakat, dengan warga yang memenuhi syarat hanya membayar RM1,99 atau sekitar Rp8.370 per liter untuk bensin tanpa timbal.

Namun, seiring harga minyak mentah global melonjak dan Iran tetap secara efektif menutup Selat Hormuz yang krusial, Anwar mengatakan bahwa kuota bahan bakar bersubsidi akan dikurangi dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.

 

WFH dan Penghematan Energi di Thailand

Para warga menaiki perahu yang berlayar di Sungai Menam di Bangkok, ibu kota Thailand, pada 7 September 2020. Menaiki perahu yang berlayar di jalur air yang padat untuk berkeliling kota sudah menjadi bagian dari keseharian warga dan juga menjadi pemandangan kota yang unik. (Xinhua/Zhang Keren)

Senada, Pemerintah Thailand juga menerapkan kebijakan WFH bagi ASN dan swasta di negaranya per Maret 2026. Tak hanya bekerja dari rumah, beberapa arahan lain juga diberikan, khususnya kepada PNS setempat.

Dikutip dari The Straits Times, langkah-langkah penghematan energi termasuk menangguhkan perjalanan ke luar negeri, mengenakan kemeja lengan pendek saat bekerja, dan menggunakan tangga daripada lift.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul juga memerintahkan pegawai negeri sipil untuk bekerja dari rumah, terkecuali bagi pejabat yang harus melayani masyarakat.

Di sisi lain, pejabat pemerintah juga diperintahkan untuk mengurangi penggunaan listrik di gedung perkantoran dengan mematikan lampu dan peralatan listrik saat tidak dibutuhkan.

 

Vietnam dan Filipina

Para pengendara motor mendominasi pada jam sibuk di sebuah jalan di ibu kota Vietnam, 4 Juli 2017. Sejumlah kalangan menyebut buruknya emisi gas buang dari motor menyebabkan polusi udara di Hanoi dan kian parahnya kemacetan. (AFP PHOTO/HOANG DINH Nam)

Tak jauh beda dengan Vietnam, dimana pemerintahan setempat juga mendorong masyarakatnya untuk bekerja dari rumah, sekaligus memangkas konsumsi energi dengan menggunakan transportasi umum.

Sementara di Filipina, ASN setempat sejak 9 Maret 2026 telah menerima arahan untuk bekerja 4 hari sepekan demi mengurangi konsumsi bahan bakar. Jadwal kerja yang lebih pendek ini bersifat sementara dan tidak termasuk layanan darurat dan layanan garda depan.

Kantor-kantor pemerintah juga telah diperintahkan untuk mengatur pendingin udara mereka tidak lebih rendah dari 24 derajat Celcius.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya