Akhir Bulan Syawal Tanggal Berapa? Simak Jadwal, Amalan dan Keutamaannya

Kerap muncul pertanyaan, akhir bulan Syawal tanggal berapa? Pertanyaan ini penting mengingat berbagai keutamaan bagi umat Islam yang menjalankan amalan sunnah

oleh Nanik RatnawatiDiterbitkan 06 April 2026, 19:00 WIB
Anggota Tim Hisab dan Rukyat Kemenag, Khofif menerangkan terkait Periode Lunasi 2023 dan Fase Bulan yang menjadi bagian dari metode hisab dan rukyat penentuan pergantian bulan Islam. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai pahala dan kebaikan dijanjikan bagi umat Islam yang menjalankan amalan di bulan Syawal. Mengingat keutamaannya, kerap muncul pertanyaan, akhir bulan syawal tanggal berapa? 

Mengetahui kapan berakhirnya bulan Syawal menjadi penting bagi umat Islam yang ingin menyempurnakan amalan sunnah di bulan mulia ini. Puasa Syawal enam hari, misalnya, memiliki batas waktu hingga akhir bulan. Jika terlewat, kesempatan meraih keutamaan pahala puasa setahun penuh pun sirna. 

Selain itu, berbagai amalan seperti memperbanyak silaturahmi, sedekah, dan menjaga ibadah juga dianjurkan untuk terus dilaksanakan hingga Syawal berakhir.

Dengan mengetahui batas akhir bulan Syawal, umat Islam dapat mengatur waktu untuk menyelesaikan puasa sunnah dan mengoptimalkan ibadah lainnya. Berikut ini adalah akhir bulan Syawal 1447 H, merujuk Kalender Hijriah 2026 Indonesia, Kemenag dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Jadwal Akhir Bulan Syawal 1447 H

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, bulan Syawal 1447 H berlangsung sepanjang bulan Maret hingga April 2026 Masehi.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kementerian Agama RI, bulan Syawal 1447 H berlangsung selama 29 hari. Akhir Syawal jatuh pada hari Sabtu, 18 April 2026 (29 Syawal).

Sementara itu, Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal menetapkan 1 Syawal pada Jumat, 20 Maret 2026, sehingga akhir Syawal versi Muhammadiyah jatuh pada Jumat, 17 April 2026.

Berikut rincian jadwalnya:

Kemenag RI

  • 1 Syawal 1447 H: Sabtu, 21 Maret 2026 Sabtu, 
  • Akhir Syawal: 18 April 2026

Muhammadiyah (KHGT)

  • 1 Syawal 1447 H: Jumat, 20 Maret 2026Jumat
  • Akhir Syawal: 17 April 2026

Perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan penetapan awal Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 berdasarkan metode hisab dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Perbedaan ini merupakan hal yang lumrah dalam khazanah keislaman di Indonesia dan hendaknya disikapi dengan saling menghormati.

Amalan-Amalan yang Dianjurkan di Bulan Syawal

Bulan Syawal memiliki sejumlah amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Berikut penjelasannya:

1. Puasa Syawal Enam Hari

Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan yang paling utama dan memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa berpuasa Ramadan, lalu diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)

Puasa Syawal dapat dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal (setelah Idul Fitri) hingga akhir bulan. Pelaksanaannya bisa dilakukan secara berurutan (enam hari berturut-turut) maupun terpisah, semuanya sah dan mendapatkan pahala yang sama. Untuk tahun 2026, puasa Syawal dapat dimulai pada hari Minggu, 22 Maret 2026 (2 Syawal).

Niat Puasa Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي شَهْرِ الشَّوَّالِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin fi syahrisy-syawwali sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."

2. Memperbanyak Silaturahmi dan Halal Bihalal

Syawal identik dengan tradisi silaturahmi dan halal bihalal di Indonesia. Momen ini menjadi ajang untuk saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan. Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung silaturahminya (dengan kerabat)." (HR. Bukhari)

3. Bersedekah dan Memperbanyak Amal Sosial

Setelah Ramadan, semangat berbagi hendaknya tetap dijaga. Bersedekah di bulan Syawal memiliki nilai yang mulia, baik berupa makanan, pakaian, maupun bentuk kebaikan lainnya. Ini menjadi bukti konsistensi seorang muslim dalam berbuat baik.

4. Melangsungkan Pernikahan (Menikah di Bulan Syawal)

Rasulullah SAW menikahi Aisyah RA di bulan Syawal, sehingga menikah di bulan ini merupakan sunnah yang dicontohkan. Dalam sebuah hadis, Aisyah RA berkata:

"Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan berkumpul denganku pada bulan Syawal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?" (HR. Muslim).

5. Membaca Al-Qur'an dan Menjaga Ibadah

Ramadan telah melatih umat Islam untuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an. Di bulan Syawal, kebiasaan baik ini hendaknya dipertahankan agar keimanan tetap terjaga. Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah." (HR. Bukhari Muslim).

Keutamaan Bulan Syawal

Selain sebagai bulan setelah Ramadan, Syawal memiliki sejumlah keutamaan yang menjadikannya istimewa:

1. Bulan Kemenangan bagi Umat Islam

Syawal menjadi simbol kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan. Umat Islam merayakan Idul Fitri sebagai tanda kembali kepada fitrah (kesucian) setelah melalui proses pembersihan diri selama Ramadan.

2. Pahala Puasa Setahun Penuh

Keutamaan paling terkenal dari bulan Syawal adalah janji pahala puasa setahun penuh bagi mereka yang melaksanakan puasa enam hari. Hal ini berdasarkan perumpamaan bahwa satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat: puasa Ramadan (30 hari) dihitung 10 kali lipat menjadi 300 hari, ditambah puasa Syawal (6 hari) menjadi 60 hari, sehingga total 360 hari atau setara setahun penuh.

3. Bulan Peningkatan Amal Ibadah

Secara etimologis, kata "Syawal" mengandung makna peningkatan (meninggi). Nama ini memberikan pesan bahwa setelah Ramadan, seorang muslim seharusnya semakin meningkat kualitas ibadahnya, bukan justru menurun. Bulan Syawal menjadi bulan pembuktian apakah ibadah yang dilakukan selama Ramadan dapat dipertahankan atau tidak.

4. Momentum untuk Memulai Kebiasaan Baik

Syawal merupakan waktu yang tepat untuk memulai kebiasaan baik baru. Setelah dilatih selama Ramadan untuk menahan hawa nafsu, umat Islam dapat mengaplikasikan kebiasaan positif tersebut dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten (istiqamah).

5. Kesempatan Meraih Ampunan Allah

Allah SWT membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bertobat dan memperbanyak amal saleh setelah Ramadan. Bulan Syawal menjadi kesempatan emas untuk melanjutkan momentum meraih rahmat dan ampunan Allah SWT.

People also Ask:

Sampai kapan bulan Syawal berakhir?

Bulan Syawal 1447 H pada tahun 2026 diperkirakan berakhir pada 17 atau 18 April 2026. Menurut kalender pemerintah/Kemenag, Syawal berakhir pada 18 April 2026, sedangkan versi Muhammadiyah berakhir pada 17 April 2026. Puasa Syawal 6 hari sebaiknya dilakukan sebelum tanggal tersebut.

Sampai kapan puasa Syawal?

Puasa Syawal 2026 dapat dilakukan selama 6 hari mulai 2 Syawal (22 Maret 2026) hingga akhir bulan Syawal, yang diperkirakan jatuh pada 17 atau 18 April 2026. Puasa ini tidak sah jika dilakukan pada 1 Syawal (Idul Fitri) dan paling utama dikerjakan berturut-turut setelah Lebaran, namun boleh juga diselingi.

Syawal 2026 berakhir tanggal berapa?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) dan hasil sidang Isbat, bulan Syawal berlangsung hingga Sabtu, 18 April 2026. Sementara menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1447 versi Muhammadiyah, bulan Syawal berakhir pada Jumat, 17 April 2026.

1 Syawal 1447 jatuh pada hari apa?

“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai sidang.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya