Waspada Cuaca Ekstrem, Sambaran Petir di Setokok Batam Tewaskan Petani

Cuaca ekstrem kembali menelan korban di Kota Batam. Sambaran petir menghantam area kebun di Kelurahan Setokok, menewaskan seorang petani.

oleh Ajang NurdinDiterbitkan 01 April 2026, 21:03 WIB
Cuaca ekstrem kembali menelan korban di Kota Batam. Sambaran petir menghantam area kebun di Kelurahan Setokok, Batam, menewaskan seorang petani. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca ekstrem kembali menelan korban di Kota Batam. Sambaran petir menghantam area kebun di Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, pada Rabu, 31 Maret 2026, menewaskan seorang petani dan melukai rekannya.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Suwardjo (62), warga Setokok. Sementara rekannya, Suwardi (70), warga Sei Pelunggut ditemukan selamat, namun mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif.

Peristiwa tersebut terjadi di kebun yang berada di depan Markas Komando Yonif 10 Marinir. Saat kejadian, kedua korban tengah beraktivitas seperti biasa sebelum petir menyambar secara tiba-tiba.

Dua saksi di lokasi, Diah Eka Kurniawati dan Ferdi Ariyanto, mengaku mendengar teriakan minta tolong sesaat setelah kilatan petir terjadi. Ketika mereka mendatangi sumber suara, Suwardi masih dalam kondisi sadar dan menyampaikan bahwa dirinya dan Suwardjo baru saja tersambar petir.

Warga kemudian segera meminta bantuan kepada personel Yonif 10 Marinir dan menghubungi layanan darurat kepolisian.

 

Luka Bakar di Tubuh Korban

Cuaca ekstrem kembali menelan korban di Kota Batam. Sambaran petir menghantam area kebun di Kelurahan Setokok, Batam, menewaskan seorang petani. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Kapolsek Bulang, Bobby Pratama, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan.

“Personel piket segera turun melakukan pengecekan awal di TKP,” ujar Bobby dalam keterangan tertulisnya.

Suwardjo sempat dievakuasi ke RS Bhayangkara Batam, namun nyawanya tidak tertolong. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka bakar di bagian perut kiri hingga selangkangan yang diduga akibat sambaran petir.

Sementara itu, Suwardi langsung dilarikan ke RS Graha Hermina Batu Aji dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang disertai hujan dan petir.

“Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat bisa segera menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam dan bebas pulsa,” ujar Bobby.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya