Viral Video Pria di Bekasi Diculik dan Diperas Orang yang Mengaku Aparat, Polisi Turun Tangan

Polisi menyelidiki dugaan penculikan dan pemerasan terhadap pria berinisial AA oleh komplotan yang mengaku sebagai anggota polisi.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 01 April 2026, 17:17 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto. (Liputan6.com/Rifqy)

Liputan6.com, Jakarta - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang pria tergolek lemah. Pria berinisial AA itu diduga menjadi korban penculikan oleh komplotan yang mengaku sebagai anggota polisi. Tak hanya itu, para pelaku juga diduga memeras korban hingga Rp 12 juta.

Dalam narasi yang beredar, korban diduga dibawa paksa empat pelaku, ditodong dan dilakban sebelum uangnya dikuras. Ia kemudian dibuang di Grand Wisata, Bekasi, dan ditemukan sekuriti dalam kondisi sesak napas.

Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto angkat bicara. Dia mengatakan, penyelidikan masih berjalan.

“Ini didalami oleh Ditreskrimum dan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten. Ada dugaan orang diculik dimintain duit, nah ini masih didalami," kata dia kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (1/4/2026).

Budi mengaku terkendala dalam melakukan penyelidikan. Dia menyebut, kondisi korban yang masih trauma. Sementara keterangannya dibutuhkan untuk mengungkap ciri-ciri pelaku.

“Memang ada beberapa hambatan bagi kita terkait tentang karena korban ini kan masih dalam kondisi trauma. Nah, kita kan yang paling utama adalah memulihkan, yang kedua adalah informasi yang valid dari orang yang menjadi korban tersebut," ujar dia.

 

Dipastikan Kebenarannya

"Jadi dia kan bisa mendeskripsikan terkait ciri-ciri orang yang mengamankan dia, orang yang mengajak dia bicara. Nah, ini yang kita minta, kita tunggu," tambah dia.

Terkait kerugian, Budi menyebut informasi awal sekitar Rp 12 juta. Namun, angka itu masih diverifikasi melalui data perbankan.

“Itu yang kami sampaikan. Memang informasi awal ada sekitar Rp 12 juta kalau enggak salah, tapi kan kita harus lihat benar enggak ada transaksi di perbankan terkait hal itu. Nah kan rekening milik korban, kita kan tidak bisa meminta secara sendiri ke perbankan," tandas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya