Kasus Gratifikasi dan TPPU: Eks Sekretaris MA Nurhadi Dihukum Lima Tahun Penjara, Denda Rp500 Juta

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 01 April 2026, 16:55 WIB
Kasus Gratifikasi dan TPPU: Eks Sekretaris MA Nurhadi Dihukum Lima Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta
Hari ini Rabu (1/4/2026), Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta membacakan vonis terhadap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, terkait kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Nurhadi, dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun serta denda Rp500 juta. Jika denda tak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 140 hari. Selain pidana penjara dan denda, Nurhadi juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp137,1 miliar. Untuk diketahui, persidangan ini berkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp137 miliar oleh Nurhadi yang kemudian disamarkan melalui berbagai aset (pencucian uang). Sebagai informasi, ini merupakan kasus hukum kedua yang menjerat Nurhadi. Sebelumnya, Nurhadi telah menjalani vonis enam tahun penjara terkait kasus suap dan gratifikasi pengurusan perkara di lingkungan Mahkamah Agung. Setelah sempat mendapatkan pembebasan bersyarat pada tahun 2025, ia kembali ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam proses kasus dugaan gratifikasi dan TPPU hingga akhirnya divonis hari ini.
Terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang juga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, sesaat sebelum menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hari ini Rabu (1/4/2026), Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta membacakan vonis terhadap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, terkait kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (Kapanlagi.com/Budy Susanto)
Nurhadi, dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun serta denda Rp500 juta. Jika denda tak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 140 hari. Tampak dalam foto, terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang juga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi (tengah) bersiap menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (1/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Susanto)
Selain pidana penjara dan denda, Nurhadi juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp137,1 miliar. Tampak dalam foto, terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang juga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, bersiap menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (1/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Susanto)
Untuk diketahui, persidangan ini berkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp137 miliar oleh Nurhadi yang kemudian disamarkan melalui berbagai aset (pencucian uang). Tampak dalam foto, terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang juga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi (kiri), saat mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (1/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Susanto)
Untuk diketahui, persidangan ini berkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp137 miliar oleh Nurhadi yang kemudian disamarkan melalui berbagai aset (pencucian uang). Tampak dalam foto, terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang juga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi (kiri), usai mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (1/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Susanto)
Sebagai informasi, ini merupakan kasus hukum kedua yang menjerat Nurhadi. Sebelumnya, Nurhadi telah menjalani vonis enam tahun penjara terkait kasus suap dan gratifikasi pengurusan perkara di lingkungan Mahkamah Agung. Tampak dalam foto, terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang juga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi (kiri), usai mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (1/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Susanto)
Setelah sempat mendapatkan pembebasan bersyarat pada tahun 2025, ia kembali ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam proses kasus dugaan gratifikasi dan TPPU hingga akhirnya divonis hari ini. Tampak dalam foto, terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang juga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, usai mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (1/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Susanto)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya