Usai Libur Lebaran, SPPG Harapan Mulia Kembali Salurkan MBG ke 7 Sekolah di Jakpus

Menu yang disajikan berupa nasi uduk, ayam kecap, sayur mayur hingga buah semangka.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 31 Maret 2026, 10:05 WIB
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), kembali menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke tujuh sekolah dan satu Posyandu usai terakhir beroperasi pada 13 Maret 2026 karena Ramadan hingga libur Lebaran 2026 (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), kembali menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke tujuh sekolah dan satu Posyandu usai terakhir beroperasi pada 13 Maret 2026 karena Ramadan hingga libur Lebaran 2026.

Pantauan Liputan6.com, pada hari pertama operasional, Senin (31/3/2026), sebanyak 3.298 porsi makanan disiapkan dan didistribusikan secara bertahap sejak pagi. Menu yang disajikan berupa nasi uduk, ayam kecap, sayur mayur hingga buah semangka.

Kepala SPPG Harapan Mulia, Fakhri Irfan Pribadi mengatakan sebelum kembali beroperasi, pihaknya melakukan evaluasi internal dan eksternal, termasuk bersama Badan Gizi Nasional (BGN), mitra yayasan, hingga lembaga pengawas keamanan pangan seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan.

“Untuk persiapannya sendiri, kita sama seperti pada yang sebelum-sebelumnya. Jadi di sebelumnya tersebut, kita melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum kita melakukan tahapan operasional kembali,” kata Fakhri.

Pada hari pertama distribusi, pendistribusian MBG ke tujuh sekolah dilakukan secara bertahap dengan total tiga kloter pengiriman, yakni pukul 07.00 WIB untuk Sekolah Dasar (SD), 09.30 WIB untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 11.00–12.00 WIB untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/SMK. Sementara itu, distribusi ke Posyandu dilakukan pukul 09.00 WIB.

Menurut Fakhri, jumlah porsi yang disalurkan oleh SPPG Harapan Mulia mengalami penyesuaian dibandingkan sebelum Lebaran. Hal ini seiring bertambahnya dapur SPPG di wilayah tersebut.

“Sebelumnya kita itu porsinya 3.618, namun kita menyesuaikan dengan SPPG Harapan Mulia yang lainnya makanya kita berkurang jadi 3.298,” ujarnya.

Sebelum Lebaran, lanjut Fakhri jumlah penerima manfaat bahkan sempat mencapai sekitar 3.800 porsi. Penurunan ini, kata dia, bukan karena berkurangnya kebutuhan, melainkan distribusi yang kini terbagi dengan dapur atau SPPG lain di wilayah tersebut.

“Sekarang di Harapan Mulia saja itu sudah ada dua dapur. Jadi kita harus berbagi penerima manfaat sama dapur lain,” katanya.

 

Kualitas dan Keamanan Makanan Jadi Prioritas

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), kembali menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke tujuh sekolah dan satu Posyandu usai terakhir beroperasi pada 13 Maret 2026 karena Ramadan hingga libur Lebaran 2026 (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Dalam operasionalnya, SPPG memastikan kualitas dan keamanan makanan tetap menjadi prioritas utama. Evaluasi mencakup kualitas menu, kebersihan relawan, keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah dan sanitasi lingkungan.

“Kalau untuk evaluasinya pertama itu kualitas makanan, kemudian personal hygiene relawan, kemudian keamanan pangan, kemudian kemampuan SDM relawan terkait keamanan pangan, terus edukasi gizi,” ujar Fakhri.

Ia juga memastikan setiap makanan yang akan didistribusikan telah melalui uji organoleptik oleh tim dan ahli gizi.

“Untuk uji sampelnya itu biasanya sebelum dibagikan ada namanya organoleptik, jadi kalau semisal di organoleptik itu kan ada kita bau, tekstur, dan juga aroma yang tidak sedap, nah itu nanti kita bisa tarik kembali agar tidak didistribusikan,” jelasnya.

Selain itu, SPPG juga mengantisipasi kebutuhan khusus siswa, termasuk alergi makanan, melalui pendataan bersama pihak sekolah.

“Semisal tadinya dia tidak suka ikan, akhirnya siswa tersebut diganti menjadi ayam,” ujarnya.

 

Hazard Analysis Critical Control Point

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), kembali menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke tujuh sekolah dan satu Posyandu usai terakhir beroperasi pada 13 Maret 2026 karena Ramadan hingga libur Lebaran 2026 (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Untuk menjaga keamanan pangan secara menyeluruh, SPPG Harapan Mulia menerapkan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) sejak tahap penerimaan bahan baku hingga distribusi.

“Jadi kalau semisal dari penerimaan ada bahan baku ada yang menurut kita dari bau, aroma, ataupun teksturnya tidak sesuai, kita bisa berhak mengembalikan ke supplier,” kata Fakhri.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya