Iran Klaim Hancurkan Pesawat Pengintai AS E-3 AWACS di Pangkalan Arab Saudi

Klaim ini disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 30 Maret 2026, 16:01 WIB
Foto yang diunggah pengguna (UGC) media sosial pada 29 Maret 2026 dan telah diverifikasi oleh AFP ini menunjukkan pesawat Airborne Warning and Control System (AWACS) milik Angkatan Udara Amerika Serikat yang hancur akibat serangan proyektil di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. (Dok. UGC/AFP)

Liputan6.com, Teheran - Gelombang ke-86 dari Operasi "True Promise 4" Iran dilaporkan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Asia Barat serta sejumlah lokasi strategis di wilayah pendudukan Israel pada Minggu (29/3). Sebagaimana disampaikan oleh Khatam al-Anbiya Central Headquarters—markas komando operasi militer utama Iran yang bertugas merencanakan dan mengoordinasikan operasi gabungan angkatan bersenjata—serangan ini dilakukan menggunakan rudal dan drone.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan kelanjutan operasi tersebut sebagai respons atas serangan yang terus dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap infrastruktur industri Iran. Dalam pernyataannya, IRGC menyebutkan bahwa salah satu target utama adalah kawasan industri Neot Hovav di Beer al-Sabe', yang terletak di selatan wilayah pendudukan. Serangan ke lokasi ini dilakukan menggunakan rudal balistik yang diluncurkan oleh Pasukan Dirgantara IRGC. Demikian seperti dikutip dari Al Mayadeen.

Juru bicara Khatam al-Anbiya Ibrahim Zolfaghari, menjelaskan bahwa operasi ini dilaksanakan dalam beberapa tahap oleh pasukan dirgantara dan angkatan laut Iran. Pada tahap pertama, serangan difokuskan pada infrastruktur operasi udara, gudang senjata, serta fasilitas drone di sejumlah pangkalan militer AS, yakni pangkalan Victoria di Irak, Arifjan di Kuwait, dan al-Kharj di Arab Saudi.

Selain itu, serangan juga meluas ke berbagai lokasi militer Israel dan fasilitas yang disebut sebagai milik Zionis, termasuk di Arad, al-Naqab, dan Tel Aviv. Target lain mencakup aset militer AS di Armada Kelima, pangkalan Al Dhafra di Uni Emirat Arab, serta wilayah Erbil.

Dalam perkembangan lain, IRGC mengklaim telah menghancurkan setidaknya satu pesawat pengintai E-3 AWACS di Pangkalan Udara al-Kharj, Arab Saudi. Pesawat tersebut dikenal memiliki kemampuan canggih dalam pengawasan udara, komando, dan pengendalian. IRGC menyebut pesawat itu telah sepenuhnya dieliminasi.

Pertahanan Iran dilaporkan pula berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah drone yang dianggap sebagai ancaman, termasuk satu unit yang jatuh di wilayah timur Selat Hormuz.

Sejak Minggu pagi, drone Iran juga dilaporkan menyerang peralatan pendukung dan area permukiman di pangkalan Azraq di Yordania. Pangkalan ini diketahui menjadi pusat penting yang menampung pesawat tempur dan pesawat angkut yang digunakan dalam operasi terhadap Iran.

Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Brigadir Jenderal Majid Mousavi menyatakan bahwa Iran akan terus melanjutkan operasi dengan tujuan melumpuhkan jaringan radar dan sistem logistik militer AS, sekaligus menimbulkan kerugian bagi pasukan AS.

Mousavi menegaskan bahwa upaya untuk melumpuhkan sistem radar dan layanan logistik akan terus dilakukan. Ia menyatakan bahwa pasukan AS kini tidak memiliki pilihan selain menjauh dari perbatasan Iran karena pengawasan intelijen Iran dan serangan yang terus berlanjut.

Ia menambahkan bahwa bukti di lapangan menunjukkan kehancuran berbagai aset penting, termasuk puing-puing AWACS, pesawat pengisian bahan bakar di udara, serta fasilitas militer AS yang telah dihancurkan. Menurutnya, target bernilai tinggi lainnya akan segera menjadi sasaran serangan berikutnya.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya