Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka gugurnya Praka Farizal Romadhon datang ketika pagi dingin menyelimuti Dusun Ledok, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (30/3/2026). Kepala Dusun Ledok, Wakidi mengatakan pertama kali menerima kabar gugurnya Praka Farizal dari anggota TNI yang berdinas sebagai Bhabinsa.
Saat itu Wakidi hendak menunaikan salat subuh. Dia mendapat telepon untuk segera ke rumah duka Praka Farizal.
Advertisement
"Saya sebelum ke sana sudah dijemput sama Pak Bhabinsa. Ngabarinya di sana, warga saya ada yang kena halangan (musibah)," kata Wakidi kepada wartawan.
Saat tiba di rumah duka, di sana sudah ada beberapa anggota TNI. Dari situ, informasi yang diterima Wakidi semakin utuh. Praka Farizal gugur dalam serangan yang dilancarkan Israel di Lebanon. Serangan itu juga mengenai tiga prajurit TNI.
Kabar duka ini kemudian menyebar luas. Warga satu per satu datang ke rumah duka. Gotong royong, membersihkan dan mempersiapkan tempat untuk warga bertakziah.
Praka Farizal memiliki saudara kandung perempuan, berprofesi sebagai guru. Warga mengenak Praka Farizal sebagai pribadi yang baik dan gampang berinteraksi dengan warga.
"Baik orang itu. Jadi tidak pernah, apa istilahnya, nakal. Itu baik-baik saja di rumah," terangnya.
Praka Farizal tinggal di Ledok hingga lulus SMA. Menikah dengan perempuan asal Kabupaten Kebumen. Dia tercatat sebagai personel Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM Aceh.
Terakhir kali Wakidi melihat Praka Farizal adalah momen Lebaran tahun 2025. Saat itu Praka Farizal mudik ke Kulon Progo.
"Pulang, Lebaran di sini tahun kemarin. Pernah pulang (dari Lebanon)," beber Wakidi.
Wakidi menuturkan Praka Farizal rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum. Hal ini berdasarkan permintaan dari keluarga.
"Persiapan untuk nanti kalau jenazah sudah datang, mau dipacara umum, upacara dari militer, serah terima. Permintaan keluarga di pemakaman umum," pungkasnya.