Liputan6.com, Jakarta - Pendiri dan CEO EO Technics, Sung Kyu-dong menjadi miliarder Korea Selatan (Korsel) terbaru yang menghasilkan kekayaan dari sektor semikonduktor.
Mengutip Forbes, ditulis Senin, (30/3/2026), meningkatnya permintaan chip memori dan peralatan terkait di tengah booming artificial intelligence atau kecerdasan buatan (AI) telah mendorong saham EO Technics di Korea Selatan naik lebih dari 40% sepanjang 2026.
Advertisement
Dengan kepemilikan saham 28%, Sung (68) adalah pemegang saham terbesar EO Technics yang terdaftar di bursa saham Kosdaq di Korea Selatan yang kaya teknologiIstri Sung yakni Chun Yoon-hey dan kedua putranya secara gabungan memiliki kepemilikan tambahan hampir 2%.
Forbes memprediksi kekayaan bersih Sung dan keluarganya mencapai USD 1 miliar atau Rp 42,43 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.980) pada penutupan pasar saham Jumat pekan ini.
Berbasis di Anyang, selatan Seoul, EO Technics memproduksi peralatan berbasis laser yang digunakan dalam produksi chip memori. Produk andalannya adalah CSM (Chip Scale Marker), peralatan yang mengukir kode identifikasi pada chip untuk memberikan kemampuan pelacakan, memungkinkan produsen untuk dengan cepat mengisolasi sumber cacat apa pun. Pendapatan perusahaan meningkat 19% dari tahun lalu menjadi 381 miliar won (USD 253 juta atau Rp 4,2 triliun) pada 2025, sementara laba bersih meningkat 35% menjadi 58 miliar won pada periode yang sama.
Analis IM Securities, Song Myung-sub dalam catatan riset pekan lalu memperkirakan CSM EO Technics akan terus tumbuh stabil pada tahun kalender 2026, didorong oleh kapasitas produksi baru dari perusahaan chip memori seperti Samsung, serta meningkatnya permintaan untuk penandaan laser khusus pada pelindung dan komponen pendingin yang mencegah chip AI mengganggu elektronik lain atau mengalami panas berlebih.
Produk Utama Perseroan
Produk utama perusahaan lainnya adalah LA (Laser Annealing), yang menggunakan laser untuk menyelesaikan jalur listrik di dalam chip (proses yang disebut aktivasi dopan), memberikan panas yang dibutuhkan agar berfungsi tanpa merusak bagian lain dari tumpukan memori.
“Dengan meningkatnya penumpukan NAND, manfaat bagi peralatan laser annealing perusahaan diperkirakan akan semakin terasa mulai tahun depan,” kata Song dalam laporan tersebut.
“Karena lapisan tumpukan yang lebih tinggi menghasilkan lebih banyak panas, diperkirakan metode annealing pada NAND sangat mungkin bergeser dari metode perlakuan panas total ke metode pemrosesan laser lokal.”
Sung mendirikan EO Technics pada 1989 dan mendaftarkannya di bursa saham Korea Selatan pada tahun 2000. Sebelum memulai EO Technics, Sung bekerja di Goldstar Central Research Center (pendahulu LG Electronics Research Institute), Daewoo Heavy Industries (anak perusahaan unggulan Daewoo Group sebelum konglomerat tersebut bangkrut pada 1999) dan Korea Laser, yang mempelopori teknologi laser industri di Korea Selatan. Ia memperoleh gelar master dan sarjana di bidang teknik elektro dari Universitas Nasional Seoul.
Miliarder Lain di Sektor Semikonduktor
Selain Sung, miliarder lain di negara itu termasuk Kwak Dong Shin dari Hanmi Semiconductor, produsen peralatan yang digunakan untuk membuat chip memori bandwidth tinggi; Kim Sang-beom dari produsen papan sirkuit tercetak ISU Petasys; dan Lee Chae-yoon dari Leeno Industrial, yang membuat komponen untuk peralatan pengujian semikonduktor yang memeriksa chip untuk mendeteksi kerusakan.