Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berencana membangun rumah susun (rusun) untuk warga bantaran rel Senen, di lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports. Nantinya, rusun itu akan disewakan kepada penghinya. Lantas, berapa besaran harga sewa-nya?
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria membocorkan hitung-hitungan besaran sewa yang akan dibayar oleh masyarakat penghuni rusun tersebut. Meski belum ada angka pasti, harga sewanya dipastikan sangat murah.
Advertisement
"Nanti kita sedang lihat strukturnya, tapi kemungkinan besar adalah akan kita sewa dengan sangat murah. Nah sehingga itu memungkinkan untuk saudara-saudara kita (warga bantara rel Senen) menempati," ujar Dony, di kawasan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026).
Ada beberapa skema pembangunan di lahan 1,4 hektare (ha) milik InJourney Airports itu. Lahannya tetap akan dimiliki BUMN, sedangkan biaya pembangunannya bisa dilakukan dengan dua skema. Pertama, dilakukan oleh Perum Perumnas. Kedua, memanfaatkan dana hibah dari Yayasan Buddha Tzu Chi.
Pemanfaatan aset negara yang dimiliki BUMN tadi digadang mampu menekan biaya output harga sewa yang harus dibayarkan. Pasalnya, tidak ada variabel biaya pembebasan lahan untuk rusun tadi. Soal angka pastinya, Dony masih menunggu keputusan final pekan depan.
"Ini sedang kita kaji tentu yang menyesuaikan dengan kemampuan mereka, hari Rabu (diputuskan) tunggu lah," ucap Dony.
Minta Subsidi Biaya Fasilitas
Pada lokasi yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara mengusulkan biaya perawatan dan fasilitas bisa disubsidi pemerintah daerah atau BUMN. Ini merujuk pada biaya listrik maupun penyediaan air.
"Kalau boleh rakyat di sini sama Pemda (DKI Jakarta) di kasih airnya dikasih harga sosial Pak. Itu jadi enggak berat pak buat mereka. Kalau ya minta tolong Pak Gubernur ya. Jadi rakyat-rakyat miskin, rakyat-rakyat yang tidak mampu ya tidak berat untuk bulanannya untuk IPL-nya," tutur Ara.
"Saya sudah telepon Pak Darmo (Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo), izin Pak Dirut PLN, kalau boleh dikasih harga sosial buat listriknya. Kalau bisa airnya juga harga sosial jadinya bagus," ia menambahkan.
Lahan Buat Rusun Warga Bantaran Rel Senen
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengecek lahan untuk pembangunan rumah susun (rusun) bagi warga bantaran rel kawasan Senen, Jakarta. Lahan tersebut merupakan aset terbengkalai milik PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports.
Dia menjelaskan, pembangunan rusun si lahan seluas 1,4 hektare (ha) tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Menyusul, kunjungan Kepala Negara ke warga di bantaran rel kawasan Senen beberapa waktu lalu.
"Yang pasti ini akan segera dibangun, perizinan akan dibantu sepenuhnya oleh Pak Gubernur dan Pak Walikota. Kemudian nanti yang membangun tadi sudah ada teman-teman sudah dengar ya bagaimana kesiapannya, ada pilihan-pilihan (skema pembangunan)," kata Ara, sapaan akrabnya, di Kawasan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026).
Diputuskan Pekan Depan
Dia mengatakan lagi, proses pembangunannya akan melinatkan berbagai pihak. Baik Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga Yayasan Buddha Tzu Chi.
Ara mengakui dirinya selaku fasilitator kerja sama pihak-pihak tadi untuk menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan. Adapun, keputusan skema dan waktu pembangunannya akan ditetapkan pada Rabu, 1 April 2026 mendatang.
"Ini akan diputuskan hari Rabu jam 1 siang ya Pak ya? Akan skemanya seperti apa," ujar Ara.