Menanam Daun Salam Sendiri, Langkah Mudah dari Bibit hingga Panen

Daun salam, selain jadi bumbu dapur, tanamannya bisa jadi semak dekoratif yang mempercantik halaman rumah.

oleh Dea SifaDiterbitkan 30 Maret 2026, 05:00 WIB
cara merebus daun salam untuk asam urat dan kolesterol ©Ilustrasi Andżelika dari Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Daun salam adalah tanaman herba abadi yang tumbuh menyerupai semak, bahkan bisa seperti pohon kecil. Di wilayah beriklim hangat, tanaman ini tumbuh subur di taman dan terus berkembang dari tahun ke tahun.

Menariknya, selain menjadi bumbu dapur yang populer, daun salam juga tampil menawan sebagai tanaman hias sepanjang tahun, melansir Gardenary, Jumat, 27 Maret 2026. Sekilas, tanaman ini terlihat seperti semak dekoratif biasa, tapi siapa sangka daunnya bisa dipetik langsung untuk menambah aroma dan cita rasa pada sup maupun semur.

Dengan sentuhan perawatan yang tepat, tanaman ini tidak hanya mempercantik halaman, tapi juga menghadirkan aroma dan rasa khas yang bisa dinikmati selama bertahun-tahun.

Banyak tanaman herba yang sering kita temui di kebun berasal dari keluarga mint, seperti sage, rosemary, basil, oregano, thyme, marjoram, dan savory, atau dari keluarga wortel seperti dill, peterseli, dan ketumbar.

Daun salam berbeda, karena berasal dari keluarga laurel, satu kelompok dengan kayu manis, alpukat, dan kamper. Meski ukurannya tidak sebesar herba lain, tanaman keluarga laurel dikenal karena aromanya yang khas dan tampilannya yang elegan.

Bagi pecinta masak, daun salam hampir selalu menjadi bintang dalam masakan. Setidaknya satu dari sepuluh resep sup, semur, atau hidangan panggang biasanya menggunakan daun ini.

Aromanya lembut, namun kompleks, mampu menghadirkan kedalaman rasa yang sulit ditandingi herba lain, membuat masakan terasa lebih kaya, berlapis, dan penuh karakter. Tanaman sederhana ini, dengan daun hijau dan aromanya yang khas, memang pantas menjadi sahabat setia dapur Anda.

Menanam Daun Salam di Dalam Wadah

Menanam daun salam dalam pot menjadi solusi praktis, cukup dengan wadah yang tepat dan paparan sinar matahari yang cukup. (dok. freepik/azerbaijan)

Pohon daun salam bisa ditanam di pot dan dipelihara sepanjang tahun, asalkan rutin dipangkas. Pot minimal 5 galon memberi ruang bagi akar tumbuh, meski tanaman dalam pot tidak sebesar yang ditanam di tanah, Anda tetap bisa memetik daun segar untuk masakan sehari-hari.

Pohon ini membutuhkan setidaknya enam jam sinar matahari setiap hari, ditempatkan di area terbuka. Tanaman paling baik ditanam dari semak atau pohon kecil yang sudah tumbuh, karena menanam dari biji membutuhkan waktu lebih lama.

Gunakan tanah dengan drainase baik, dicampur pasir dan kompos. Jika ditanam langsung di tanah, beri jarak sekitar 1,5 meter dari tanaman lain dan gali lubang dua kali lebar akar agar tanaman bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya.

Perawatan Daun Salam

Perawatan daun salam cukup sederhana, mulai dari penyiraman yang tepat hingga memperhatikan kondisi daun sebagai indikator kesehatan tanaman. (dok. Unsplash/Vojtech Havlis)

Pohon daun salam termasuk tanaman yang mudah dirawat. Selain bisa dipindahkan ke dalam ruangan mengikuti musim, perawatannya tidak memerlukan perhatian khusus.

Penyiraman menjadi kunci perawatan. Siram air langsung ke pangkal tanaman saat tanah mulai kering pada kedalaman 2,5–5 cm. Tanaman dalam pot biasanya membutuhkan air lebih sering dibandingkan yang ditanam di tanah.

Kondisi daun menjadi indikator kebutuhan air: daun cokelat, kering, atau rontok menandakan kekurangan air, daun kuning menunjukkan kelebihan air, sementara daun hijau cerah dan tegak berarti kebutuhan air terpenuhi.

Pertumbuhan daun salam relatif lambat, sehingga tanaman di tanah atau bedengan subur jarang membutuhkan tambahan nutrisi. Untuk tanaman di pot, pemberian pupuk nitrogen sesekali dapat merangsang daun lebih lebat. Pupuk bisa dicampur dalam air penyiraman atau disemprotkan langsung ke daun, membuat tanaman sehat dan produktif untuk kebutuhan dapur.

Cara Memanen dan Mengeringkan Daun Salam

Panen daun salam dilakukan bertahap, lalu dikeringkan dengan cara digantung agar tahan lama dan tetap menjaga aroma khasnya. (dok. azerbaijan/freepik)

Daun salam tumbuh sebagai semak atau pohon kecil dengan pertumbuhan relatif lambat, sehingga membutuhkan ruang dan waktu untuk mencapai ukuran ideal. Meski begitu, daun bisa dipanen secara bertahap; pada awalnya cukup petik satu atau dua helai agar tanaman tidak terbebani.

Seiring tanaman tumbuh lebih besar, panen bisa lebih banyak. Di wilayah beriklim hangat, beberapa cabang sekaligus bisa dipotong untuk dikeringkan. Gunakan gunting pangkas bersih agar tanaman tetap sehat.

Untuk penyimpanan jangka panjang, daun salam dikeringkan dengan cara mengikat beberapa batang dan menggantungnya terbalik di tempat sejuk, kering, dan agak gelap, menghindari sinar matahari langsung. Proses ini memakan waktu 2–3 minggu.

Setelah kering, lepaskan daun dari batang dan simpan dalam wadah tertutup agar siap digunakan kapan saja untuk menambah cita rasa hidangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya