Liputan6.com, Jakarta - Transaksi harian saham meningkat signifikan pada sesi pertama perdagangan saham Kamis, (26/3/2026). Transaksi harian saham mencapai Rp 26 triliun seiring transaksi saham PT FAP Agri Tbk (FAPA) meningkat signifikan di pasar negosiasi.
Mengutip data RTI, transaksi saham FAPA mencapai Rp 18,8 triliun di pasar negosiasi pada sesi pertama. Saham FAPA naik 6,12% menjadi Rp 6.500 per saham dengan total frekuensi perdagangan sebanyak dua kali. Volume perdagangan saham FAPA mencapai 28.870.333 saham FAPA. Harga saham FAPA mencapai level tertinggi Rp 6.550 dan level terendah Rp 6.500 per saham.
Advertisement
Di pasar regular, harga saham FAPA juga menguat. Harga saham FAPA bertambah 1,52% ke posisi Rp 6.700 per saham. Harga saham FAPA naik 25 poin ke posisi Rp 6.625 per saham. Saham FAPA berada di level tertinggi Rp 6.725 dan level terendah Rp 6.600 per saham. Total frekuensi perdagangan 101 kali dengan volume perdagangan saham 28.870.860 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,8 triliun.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama. IHSG merosot 1,21% ke posisi 7.214,08. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,33% ke posisi 736,49. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.323,70 dan level terendah 7.196,91. Sebanyak 349 saham melemah sehingga bebani IHSG. 296 saham menguat dan 173 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.044.369 kali dengan volume perdagangan saham 19,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 26 triliun.
Dari 11 sektor saham, dua sektor saham menguat yakni sektor saham kesehatan bertambah 0,01% dan sektor saham transportasi melonjak 2,64%. Sementara itu, sektor saham energi turun 2,05%, sektor saham basic merosot 0,95%, sektor saham industri terpangkas 2,04%.
Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,01%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 0,85%, sektor saham keuangan susut 0,64%, sektor saham properti melemah 0,08%. Lalu sektor saham teknologi susut 1,26% dan sektor saham infrastruktur turun 0,72%.
Pembukaan IHSG pada 26 Maret 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan Kamis, (26/3/2026). namun tak lama kemudian mengalami tekanan dan turun ke zona merah.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik ke 7.313,66 dari penutupan sebelumnya di angka 7.302,12.
Pada pukul 09.30 WIB, IHSG mengalami tekanan dengan turun 0,21% atau 18 poin ke level ke 7.286,86. Indeks saham LQ45 juga melemah 0,30% ke 743,93.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.323,70 dan level terendah 7.260,86.
Sebanyak 345 saham menguat tapi tak mampu mempertahankan IHSG di zona hijau. Sedangkan 213 saham melemah sehingga menahan laju kenaikan ke level yang lebih tinggi. Di luar itu, 167 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 424.308 kali dengan volume perdagangan saham 10,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 22 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.877.
Sebagian besar sektor saham melemah. Sektor industri mengalami pelamahan 1,06% dan mencetak penurunan terdalam. Disusul sektor keuangan yang melemah 0,58%.
Sedangkan sektor transportasi mampiu menguat 2,17 persen dan disusul sektor properti yang naik 0,39%.
IHSG Diprediksi Menguat
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi rawan koreksi pada perdagangan saham Kamis, (26/3/2026). Namun, IHSG hari ini ada potensi penguatan ke 7.450-7.779. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG menguat 2,75% ke posisi 7.302 dan disertai dengan ada kenaikan volume pembelian, target penguatan terdekat pun sudah tercapai pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.887,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.
Ia menuturkan, best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.779. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.156,7.022 dan level resistance 7.374,7.527.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance 7.240-7.400. “Potensi koreksi masih terbuka,” demikian seperti dikutip.